Rumah Peribadatan Pasuruan


Masjid Al-Anwar (lokasi Jl. Nusantara, depan alun-alun Kota Pasuruan) Masjid ini dibangun semasa zaman Mbah Slagah yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan berjuluk “Macan Putih”. Berlantai dua dan beralaskan marmer, masjid ini memiliki beberapa bagian. Selain tempat sholat, juga terdapat perpustakaan, balai pengobatan, dan komplek makam ulama berpengaruh diantaranya Habib Hadi bin Shodiq, Habib Hadi bin Salim, KH. Ahmad Qusyairi bin Siddiq serta dua menantunya KH. Ahmad bin Sahal Basyaiban dan KH. Abdul Hamid bin Abdullah.

 

 
Gereja ini diperkirakan berdiri pada 28 Juli 1895 dibiayai oleh seorang Belanda yang menjadi pegawai di Proefstation Oost Java (POJ) atau P3GI sekaligus pengusaha sukses, yakni Alexander Manuel Anthonijs Bangunan gereja berusia 116 tahun ini menganut aliran neogothic.       

 
 
Klenteng Tjoe Tik Kiong (Cide Gong) yang terletak di jalan Lombok ini adalah salah satu bangunan kuno di Kota Pasuruan. Bangunan yang terletak di dekat pelabuhan ini dibangun sekitar abad 17. Klenteng ini dibangun oleh orang-orang lokal, hanya arca-arcanya seperti Tianhou, Guanyin, Tudi Gong dan Jialin didatangkan langsung dari negeri Tiongkok pada 1857.  Keistimewaan dari klenteng ini adalah lukisan temboknya yang terkenal indah dan mempesona