Inspiring City Pasuruan. Dengan diucapkannya sumpah jabatan dan ditandatanganinya Berita Acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pakta Integritas, maka Saifullah Yusuf dan Adi Wibowo resmi menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan Periode Jabatan 2021-2024. Tidak hanya melantik Wali kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas nama Presiden Republik Indonesia juga melantik Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 Provinsi Jawa Timur di Gedung Grahadi Surabaya pada hari Jum’at tanggal 26 Februari 2021. Selain itu juga dilaksanakan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten/Kota oleh Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Eliastanto Emil Dardak.

Mengingat bahwa saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, pelantikan tersebut tidak hanya dilaksanakan sesuai standar protokol kesehatan saja, tetapi juga dilaksanakan dalam tiga sesi, yakni pagi pukul 09.00 WIB, siang pukul 13.00 WIB, dan sore pukul 16.00 WIB. Pelantikan ini juga dilaksanakan secara hybrid, dimana hanya Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta satu anggota keluarga yang dapat memasuki ruang pelantikan, sedangkan tamu undangan lainnya mengikuti secara virtual di Kota/Kabupaten masing-masing. Meski demikian, pelantikan ini tetap berjalan lancer dan khidmad dari awal hingga akhir.

Pada lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, para tamu undangan yang menyaksikan pelantikan secara live streaming di Ruang Rapat Untung Suropati Kota Pasuruan juga menerapkan standar protokol kesehatan secara ketat. Acara tersebut dihadiri oleh Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Komisi Pemilihan Umum, Ketua Badan Pengawas pemilu, Para Perangkat Daerah dilingkungan Kota Pasuruan dan para Ketua Partai Politik.

Dalam sambutannya Khofifah menyampaikan bahwa hendaknya ada percepatan dari banyak hal terkait tag line Jatim Bangkit, diantaranya yakni dalam tingkat Nasional diharapkan dapat memaksimalkan Bangga Buatan Indonesia/BBI dan Bangga Wisata Indonesia/BWI. “Bangga Wisata Indonesia sesungguhnya potensi alam dimasing-masing Daerah yang bapak ibu pimpin subhannallah luar biasa, oleh karena itu bagaimana kemudian menyiapkan paket-paket wisata yang memungkinkan bisa memberikan daya tarik dan gravitasi secara lebih signifikan. Bagaimana bapak ibu sekalian merumuskan BWI dan BBI dikaitakan dengan maksimalisasi dari seluruh energi para pelaku UMKM kita”, ujar beliau.

Dalam sambutan penutupnya Khofifah berpesan, bahwa sehubungan dengan masih tingginya intensitas hujan yang melanda Jawa Timur dengan disertai berbagai bencana yang pada akhirnya memberikan dampak kurang baik pada masyarakat, maka kita perlu menjaga  lingkungan antara lain dengan tidak membuang sampah sembarang  serta pengerukan sedimentasi di sungai.