Fasilitasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Pasuruan Tahun 2017

Bahwa dalam rangka penyelenggaraan otonomi, Daerah mempunyai kewajiban melindungi masyarakat menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Disamping hal tersebut juga mempunyai kewajiban memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat. Untuk mewujudkan ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat perlu dilakukan upaya-upaya kewaspadaan dini dan cegah dini masyarakat. Sebagai wujud nyata penyelenggaraan otonomi daerah.
Berangkat dari hal tersebut diatas, Pemerintah Kota Pasuruan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pasuruan memandang perlu melaksanakan kegiatan fasilitasi forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM), kegiatan ini merupakan program sebagai wadah informasi, komunikasi, konsultasi dan kerjasama antara Pemerintah, Polri dan warga masyarakat.
Kegiatan tersebut secara resmi di buka oleh Walikota Pasuruan pada hari selasa tanggal 19 September 2017, bertempat di rumah makan Gedoeng Woloe Kota Pasuruan. Tampak hadir Kapolres Pasuruan Kota, Asisten I Bidang Pemerintahan, Kepala OPD terkait, Camat/Lurah selaku ketua Dewan Penasehat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan dan Kelurahan Se-Kota Pasuruan, nara sumber serta peserta kegiatan.
Laporan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pasuruan Bapak Drs. H. Mas Djoko Baroto, M.Si mengatakan maksud dan tujuan kegiatan fasilitasi forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) adalah untuk membantu instrumen negara dalam menyelenggarakan urusan keamanan, ketenteraman dan ketertiban masyarakat, melalui upaya “Deteksi Dini” terhadap potensi dan kecenderungan ancaman serta gejala atau peristiwa bencana. Adapun peserta Kegiatan Fasilitasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Pasuruan adalah Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan/Kecamatan Se-Kota Pasuruan, warga masyarakat Kota Pasuruan dengan total peserta sebanyak 208 orang.
Dalam kesempatan ini Walikota Pasuruan Bapak Drs. H.Setiyono, M.Si berpesan marilah kita ciptakan situsasi dan kondisi yang kondusif dengan meningkatkan kewaspadaan melalui tindakan deteksi dini dan cegah dini terhadap adanya upaya-upaya dari kelompok kepentingan tertentu yang dapat mengganggu stabilitas sosial politik serta keamanan dan ketertiban masyarakat, serta optimalkan sistem lapor cepat tentang perkembangan situasi daerah masing-masing agar dapat dilakukan upaya antisipasi secara cepat dan tepat.
Dengan kegiatan tersebut diharapkan bisa mendorong terwujudnya masyarakat yang aman, tenteram dan damai disertai dengan suasana kehidupan harmonis, selaras dan seimbang dilandasi dengan nilai-nilai demokrasi Pancasila.

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ke-IX Tahun 2017 Jawa Timur

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) merupakan suatu kelompok masyarakat yang aktif bergerak untuk mengikuti dan mengembangkan kemajuan desa menuju sejahtera. KIM melalui pengawasan dan pembinaan Dinas Komunikasi dan Informatika melaksanakan agenda dua tahunan dengan menggelar Pekan KIM dengan berbagai kegiatan sesuai dengan era perkembangan global yang ada.

Sebagai bentuk pembinaan dan apresiasi kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dalam membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat sekaligus sebagai ajang silaturahmi, sharing informasi dan unjuk prestasi bagi penggiat KIM Kabupaten/ Kota se-Jawa Timur, Pekan KIM Jawa Timur kembali digelar. Tahun ini, Pekan KIM ke-IX yang dilaksanakan pada tanggal 12-16 September 2017, Kabupaten Pasuruan ditunjuk sebagai penyelenggara/ tuan rumah.Dengan tema “Revitalisasi Peran KIM Sebagai Media Jurnalisme Warga Menuju Masyarakat Informatif”, beragam agenda digelar selama sepekan penuh di Taman Candra Wilwatikta, Kecamatan Pandaan, mulai tanggal 11-16 September 2017.
Banyak kegiatan yang akan diadakan seperti Grand Final LCCK (Lomba Cerdik Cermat Komunikatif) diadakan pada tangal 11 September 2017, Pameran Produk Unggulan diselenggarakan pada tanggal 12 sampai dengan tanggal 16 September 2017, Festival Pertunjukan Rakyat (Pertura) diselenggarakan pada tanggal 12 sampai tanggal 15 September 2017, Sarasehan KIM diadakan pada tanggal 13 September 2017, Lomba Mewarnai diadakan pada tanggal 13 September 2017, Workshop TIK pada tanggal 14 September 2017, Lomba Blogpada tanggal 14 September 2017, Lomba Foto On The Spot dan Foto Off The Spotpada tanggal12 sampai tanggal 15 September 2017 serta Field Trip Destinasi Wisata Kabupaten Pasuruan pada tanggal 14 September 2017.Melalui Pekan KIM Jawa Timur, masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif dalam menyukseskannya. Tentunya dengan bersinergi, menjadi bagian dari serangkaian agenda yang siap diselenggarakan selama sepekan penuh.
Gubernur Jawa Timur dalam hal ini diwakili oleh Wakil Gubernur Jawa Timur H.Saifullah Yusuf atau yang lebih dikenal dengan Gus Ipul berkenan membuka sekaligus meresmikan Pekan KIM IX Tahun 2017 di Pasuruan tersebut. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa di Jawa Timur tercatat memiliki kurang lebih 300 Kelompok Informasi Masyarakat. Harapan kita mudah mudahan KIM terus memperkuat perannya ditengah tengah masyarakat karena banyak tantangan didepan kita. Tantangan yang pertama adalah kemajuan teknologi cukup pesat. “Kemajuan teknologi ini membuat kita harus bisa menggunakan, mengikuti, dan sekaligus memilih dan memilah. Kemajuan Teknologi bisa membuat kita ketinggalan kalau kita tidak bisa mengikuti dengan baik. KIM ini dengan adanya teknologi bisa maju bersama sama, tidak ada kesenjangan antara di desa dan dikota.” Papar gus Ipul.
Beliau juga menyampaikan satu contoh perkembangan era kedepan di Jawa Timur. “Pada saatnya Jawa Timur nanti bisa jadi kota semua tidak ada desa, ketika jalan jalan tol sudah jadi semua, kemudian nanti ada jalan lingkar Propinsi Jawa Timur maka nanti muter jawa timur ndak perlu waktu yang sangat lama.Sebentar lagi Tol Solo – Surabaya akan diresmikan paling tidak tahun depan, ketika mudik itu nanti tol Surabaya-Solo sudah sambung bahkan diperkirakan sudah sambung sampai Jakarta”. Jelas H.Saifullah Yusuf. Menurut Gus Ipul, kepada teman teman yang bergerak di Kelompok Informasi Masyarakat hendaknya bisa menggunakan Teknologi canggih ini dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan. Siapa yang mendapatkan informasi lebih dahulu itulah yang akan menjadi pemenang.
Peresmian Pekan Kelompok Informasi Masyaraka ke IX Tahun 2017 ditandai dengan pemotongan pita dan rangkaian bunga melati didepan pintu masuk Stan Pameran oleh H. Saifullah Yusuf didampingi oleh Bupati Pasuruan dan Para Pejabat serta dilanjutkan keliling melihat stan-stan pameran yang diikuti oleh 38 kabupaten/kota Se- Jawa Timur.

Rapat Koordinasi Tim Penggerak PKK

Sebagaimana kita ketahui bersama visi misi gerakan PKK adalah terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur, sehat sejahtera lahir dan batin serta mandiri, kemudian untuk mewujudkan visi misi tersebut dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pembentukan karakter keluarga melalui penghayatan, pengamalan Pancasila, kegotong royongan serta kesetaraan dan keadilan gender. Kemudian meningkatkan ketahanan keluarga melalui pemenuhan pangan, sandang dan perumahan sehat dan layak huni. Kemudian yang ketiga meningkatkan pendidikan dan ekonomi keluarga melalui berbagai upaya keterampilan dan pengembangan koperasi dan yang terakhir dengan cara meningkatkan pengelolaan gerakan PKK meliputi kegiatan pengorganisasian dan peningkatan SDM.

Dalam menjalankan organisasi kemasyarakatan seperti PKK kita harus menerapkan berbagai etika seperti etika berorganisasi, etika kepemimpinan, etika komunikasi, etika kultural dan etika berkoordinasi. Etika berorganisasi contohnya, para anggota PKK harus dapat mengutamakan team work atau kerjasama tim, menerapkan sikap keterbukaan atau tidak terhubung dengan lembaga/organisasi tertentu. Kemudian menerapkan sistem thinking atau berpikir sistem artinya kelembagaan PKK sebagai kesatuan sistem yang melihat sesuatu secara menyeluruh. Kemudian menerapkan pendekatan akomodatif dan komplementer yang artinya sistem keanggotaan tidak sekedar profesional berdasarkan keahlian di bidang tertentu tetapi juga mempertimbangkan keseimbangan komposisi yang ada.
Dan yang tidak kalah pentingnya, dalam menerapkan etika kepemimpinan PKK, juga harus menerapkan etika kepemimpinan yang partisipatif atau demokratis, mau menerima saran, masukan dan pendapat dari orang lain.
Dari uraian diatas, pada hari Rabu tanggal 6 September 2017, bertempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan diselenggarakan Rapat Koordinasi Tim Penggerak PKK Kota, Kecamatan dan Kelurahan Se-Kota Pasuruan Tahun 2017. Adapun tema yang diambil dalam rapat koordinasi adalah melalui rapat koordinasi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga 2017 kita laksanakan konsolidasi program sebagai sarana mewujudkan akselerasi program-program PKK. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Walikota Pasuruan, dihadiri Wakil Walikota, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Ketua Tim Penggerak PKK Kota/Kecamatandan Kelurahan Se-Kota Pasuruan, Kepala OPD terkait serta undangan lain. Adapun maksud dari rapat koordinasi adalah sebagai media realisasi visi dan misi tim penggerak PKK Kota Pasuruan serta bertujuan untuk sinkronisasi program tim penggerak PKK Provinsi, tim penggerak Kota Pasuruan, tim penggerak PKK Kecamatan dan Kelurahan Se-Kota Pasuruan serta untuk mewujudkan sinkronisasi program Pemerintah Daerah khususnya SKP terkait sebagai dewan pembina tim penggerak PKK Kota Pasuruan tahun 2018. Jumlah peserta sebanyak 321 orang terdiri dari tim penggerak PKK Kota Pasuruan 45 orang, tim penggerak PKK Kecamatan Se-Kota Pasuruan 28 orang, tim penggerak PKK Kelurahan Se-Kota Pasuruan 238 orang serta dinas terkait selaku dewan pembina 10 orang.
Dalam kesempatan ini Walikota Pasuruan Bapak Drs. H. Setiyono, M.Si mengatakan Tim Penggerak PKK harus mengedepankan prinsip yaitu pembimbing, menerapkan kepemimpinan yang tegas, namun tidak otoriter, tanggung jawab pengambilan keputusan pada anggota berdasarkan musyawarah mufakat dan menciptakan suasana saling menghargai, saling menghormati dan saling menerima sesama anggota PKK.
Seusai sambutan di teruskan dengan pemaparan/pembekalan materi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pasuruan Dra. H. Rini Setiyono, MPd dilanjutkan dengan pemaparan materi sesi kedua oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur. Dilanjutkan dengan diskusi kelompok terbagi ada 4 (empat) bidang kelompok kerja (Pokja).

Sholat Idul Adha 1438 H

Seusai melaksanakan sholat Idul Adha 1438 Hijriahyang jatuh pada hari Jum’at Tanggal 1 September 2017 di lapangan Batalyon Zeni Tempur 10 Kota Pasuruan, Walikota Pasuruan, Wakil Walikota Pasuruan, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, jajaran Forkompimda, Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Pasuruan. Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan hewan kurban secara simbolis diserahkan langsung oleh Walikota Pasuruan kepada panitia Qur’bandi Masjid Al Mu’min Pohjentrek kecamatan Purworejo dan Masjid Jamik Al-Anwar kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan. Penyerahan itu langsung diterima oleh masing-masing takmir di dua masjid tersebut. Perlu diketahui Pemerintah Kota Pasuruan menyerahkan hewan Qur’ban berupa 3 ekor sapi dan 20 ekor kambing pada peringatan Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah / 2017 Masehi.
Dalam penyerahan hewan Qur’ban tersebut Walikota Pasuruan Bapak Drs. H. Setiyono, M.Si mengatakan sebagaimana biasanya setiap tahun pada Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kota Pasuruan selalu menyalurkan bantuan hewan Qur’ban kepada warga Kota Pasuruan yang berhak menerima. Bantuan ini disalurkan kepada sejumlah masjid dan mushollah. Penyerahan bantuan hewan Qur’ban dilakukan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas antara Pemerintah Kota Pasuruan dan warga Kota Pasuruan.