Wisata

Wisata Hiu Tutul

Sebagai salah satu kota pesisir yang kaya akan potensi umber daya laut, Kota Pasuruan menjadikan ini sebagai poteni untuk menadik wiatawan, salah satunya untuk melihat hiu tutul di laut Kota Pasuruan. Dengan menggunakan perahu wisata milik salah seorang nelayan, para wiatawan nantinya akan diajak keliling laut dengan model kemanan ketat. Tidak hanya dapat menikmati wisata hiu tutul, pada setinasi wiata bahari ini masyarakat juga dapat melakukan perjalanan menuju banjang dan hutan mangrove.

Untuk menikmati wiata ini, wiatawan perlu membayar dengan tarif bervariasi, untuk tujuan keliling banjang perkepala 20 ribu, untuk ketempat hiu tul-tul 35 ribu dan kalau ke mangrove biaya yang diperlukan 50 ribu rupiah.

Makam Kh. Abdul Hamid

Sebagai kota santri, Kota Pasuruan memiliki potensi wisata religi yang terkenal dan menarik banyak wisatawan. Saat berkunjung ke Kota Pasuruan, wisatawan tidak hanya dapat mengunjungi makam tetapi juga dapat mengunjungi masjid jami dan kawasan alun-alun Kota Pasuruan. Pada wisata religi ini, terdapat satu acara pamungkas yang selalu dihadiri ribuan orang, acara tersebut yaitu saat Haul Mbah Hamid. Ketika momentum itu tiba, makam KH Abdul Hamid bin Abdullah Umar setiap tanggal 9 Rabbiul Awwal. Mengingat bahwa wisata ini sangat potensial, wisata ini nantinya akan dijadikan wisata unggulan yang ada di Kota Pasuruan.

Omah Singa

Kota Pasuruan memiliki potensi wisata cagar budaya yang beragam, salah satunya Omah Singa. Bangunan ini diperkirakan dibangun pada abad XIX. Dilihat dari gaya arsitekturnya, rumah singa ini menganut aliran indische Empire atau Dutch Indies. Penamaan Rumah Singa ini tidak lepas dari dari sebuah patung singa yang berdiri tepat didepan bangunan. Gaya arsitektur Empire ini bersumber dari vila Dinasti Lodewijk di Prancis, kemudian ketika Introducir ke Hindia Belanda dengan iklim tropis muncullah gaya arsitektur baru, yakni Indische Empire. Tidak hanya okah singa, Kota Pasuruan juga memiliki berbagai potensi wisata lain, seperti gedung Pancasila, Gedung P3GI, Kamar Bola, dan sebagainya.
  Di Kota Pasuruan terdapat beberapa taman, seperti Taman Sekargadung, Taman Pekuncen, Taman Kota, Taman Lansia, RTH Petamanan, Taman Hijau Karangketug, Taman Petahunan, Taman Sarinah dan Taman Hayati.

Kampung Bunga Pucangan

KEBERADAAN Kampung Bunga di Jalan Panglima Sudirman, Gang Pucangan, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, menjadi destinasi wisata baru. Lahir dari unisiatif para warga, kampung bunga layak dikunjungi bagi wisatawan yang datang ke Kota Pasuruan. Bagi Anda yang ingin mendapatkan suasana kampung rindang, sejuk, dan bersih bisa mendatangi lokasi dengan mengendarai kendaraan pribadi ataupun transportasi umum yang tersedia.

Untuk memudahkan wisatawan dalam dan luar kota yang ingin membeli tanaman, terdapat toko bunga 'Dinda' yang dikelola warga setempat yang menyediakan berbagai tanaman mulai bunga, sayur dan buah. Anda para wisatawan bisa membeli tanaman yang dijual hanya dengan merogoh kocek mulai Rp 5 ribu. Selain itu juga terdapat green house yang juga sebagai jujugan wisatawan ke Kampung Bunga.

Selanjutnya Anda bisa menikmati sepanjang jalan dengan vertical garden hingga tanaman dalam pot unik yang merupakan hasil kreasi para warga di sana yang menambah indah pemandangan. Memasuki gang-gang sempit Anda tetap bisa menikmati kerindangan di Kampung Bunga Kota Pasuruan. Jalan Panglima Sudirman, Gang Pucangan, Kelurahan/Kecamatan Purworejo 89.