Sayyid Hasan Sanusi yang dikenal dengan “Mbah Slagah” adalah salah satu mubaligh dan mujahid yang ada di Kota Pasuruan yang juga menjadi pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dan gigih menyebarkan agama Islam khususnya di Kota Pasuruan. Mbah Hasan Sanusi juga di juluki Macan Putih.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, bertempat di Turba Makam Mbah Slagah pada hari Rabu pagi  tanggal 12 Juni 2019 bertepatan hari kedelapan bulan   Syawal   1440 Hijriah / 2019 Masehi, untuk mengenang jasa-jasanya diselenggarakan Haul Sayyid Hasan Sanusi atau Mbah Slagah yang dihadiri oleh Wakil Walikota Pasuruan, Ketua DPRD Kota Pasuruan, Kapolres Pasuruan Kota, Ketua Panitia Haul Mbah Slagah beserta jajarannya, Keluarga Besar Almagfurlah Mbah Slagah,  para Habaib,  alim ulama Kota dan Kabupaten Pasuruan, para Kyai, para Ustadz, Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Hasan Bin Hud Bin Muhammad Assegaf, Mantan Walikota Pasuruan periode tahun 2000-2010 Bapak H. Aminurokhman, SE.MM,  anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Bapak H. Muzammil Syafii, Ketua MUI Kota Pasuruan, Ketua PCNU Kota Pasuruan  serta para jamaah Haul baik masyarakat Kota Pasuruan sendiri maupun yang datang dari luar Kota Pasuruan.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Pasuruan Bapak Raharto Teno Prasetyo, ST mengajak para jamaah Haul untuk dapat meneruskan perjuangan Mbah Slagah yang ikhlas dalam berjuang, untuk diimplementasikan dalam membangun bangsa dan negara khususnya Kota Pasuruan serta menjaga persatuan dan kesatuan antara ulama dan umaro demi terciptanya Kota Pasuruan yang kondusif.

Dalam kesempatan ini Wakil Walikota Pasuruan sangat menghargai acara peringatan Haul Mbah Slagah ini. Acara ini sekaligus sebagai upaya untuk memantapkan nilai-nilai sosial ketimuran yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan dan merupakan ciri kepribadian atau jati diri bangsa mutlak diperlukan di tengah persaingan di era global. Beberapa kalangan meyakini bahwa bangsa yang berhasil di era global adalah bangsa yang berhasil mengikuti kemajuan zaman namun tetap tidak kehilangan jati dirinya. Kita berharap mampu bersaing di era  global dengan tetap menampilkan jati diri dan identitas kita sebagai seorang muslim. Semoga melalui acara haul ini, kita mampu memetik suri tauladan dari Mbah Slagah dan kita mantapkan kepedulian kita terhadap nasib sesama, terhadap nasib para penyandang masalah sosial yang saat ini memerlukan uluran tangan kita.

Seusai sambutan Wakil Walikota Pasuruan, dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf yang menyampaikan wanita yang cantik adalah wanita yang solehah, begitupun juga anak yang bermanfaat bukan anak yang berpangkat tapi anak yang soleh. Harta melimpah bukan kebahagiaan tapi harta yang bermanfaat bagi masyarakat. Gerakan aktifitas yang betul-betul dan sungguh-sungguh kepada Allah SWT, maka sadarlah hidup di dunia  bertaqwalah kepada Allah SWT. Orang hidup sederhanalah yang menjadi tenang hidupnya di dunia sebaliknya bukan kehidupan yang berharta berpangkat yang tenang hidupnya. Bersyukurlah bagi orang yang menerima rezeki yang baik, kalau ingin hidup didunia jangan ambisi kepada dunia jangan sampai tertipu dunia dan setan.  Siapapun jangan mau diadu domba oleh organisasi apapun dan jangan saling membantu dalam permusuhan dan perbuatan dosa. Kebahagiaan surga itu untuk orang yang berharap dan berusaha beribadah kepada Allah SWT. Dunia ini untuk orang yang mau meninggalkan kepentingan dunia. Kebahagiaan diatas dunia dapat diraih oleh orang yang tidak ambisi atas kepentingan dunia, maksudnya semua gerak geriknya adalah hanya berbuah ibadah kepada Allah SWT. Semoga berkat Haul Mbah Slagah Bangsa Indonesia menjadi aman, masyarakat Pasuruan menjadi lebih bertaqwa dan beriman kepada Allah SWT sehingga Pasuruan menjadi aman dan tentram.

Seusai ceramah agama, acara Haul Mbah Slagah ditutup dengan pembacaan doa oleh Habib Hasan Bin Hud Bin Muhammad Assegaf.