Inspiring City Pasuruan.Hari Jumat, tanggal  02 Oktober/2020,Kementerian Dalam Negeri mengadakan Rapat Koordinasi melalui Video Conference dalam rangka Analisa dan Evaluasi (Anev) Pelaksanaan Kampanye Pilkada Serentak Tahun 2020. Rakor melalui Vidcon ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Pesertanya berasal dari daerah yang melaksanakan pemilihan serentak tahun 2020, termasuk Kota Pasuruan.

Rakor ini dipimpin langsung olehMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam)Mahfud MD, dan didampingi olehMenteri Dalam NegeriMuhammad Tito Karnavian dan Kepala Satgas Covid-19. Narasumber dari Rakor ini yakni Komisioner KPU RI, Bawaslu RI, Perwakilan BIN, Kababinkum TNI, Waasops Pang TNI Marsma Jorry, Wakapolri, dan Jaksa Agung. Dalam rapat tersebut, Mendagri beserta narasumber lainnya, memberikan pengarahan kepada Pemerintah Daerah, KPU kabupaten/kota, Bawaslu kabupaten/kota yang wilayahnya sedang melaksanakan pemilihan serentak lanjutan tahun 2020.

Di Kota Pasuruan, agenda rakor tersebut dihadiri oleh Plt. Asisten Pemerintahan, Wakapolres, Perwakilan Kodim 0819, Perwakilan Kajari Kota Pasuruan, dan Komisioner Bawaslu Kota Pasuruan. Mereka mengikuti pengarahan yang disampaikan Menkopolhukam,  Mendagri dan beserta Narasumber di ruangan media command centerPemerintah Kota Pasuruan.

Pada Kesempatan ini, Kepala Satgas Penanganan Covid-19 memaparkan Penanganan Covid-19 Menuju Pilkada Sehat dan Berbudaya dan juga menjelaskan tentang presepsi masyarakat tentang risiko terhadap Covid-19 dan Perbandingan Zonasi Risiko Daerah Pilkada vs Non-Pilkada.

Pemaparan dilanjutkan oleh Mendagri, yang memintaForkopimda menjadikan momentum Pilkada kali ini sebagai sarana memobilisasi masyarakat untuk menjadi agen perlawanan Covid-19. Ini momentum bagi rekan-rekan kepala daerah yang definitif untuk menggerakkan memobilisasi masyarakat untuk melawan Covid dengan memanfaatkan para paslon (pasangan calon) dan para tim suksesnya ini menjadi agen-agen perlawanan Covid.

Mendagri juga menegaskan kepada KPU agar Tema Pilkada dapat berkaitan dengan Covid-19. “ Peran Kepala Daerah Dalam Penanganan Covid-19 dan Dampak Sosial Ekonominya” dan menekankan agar mengadakan Rapat Koordinasi untuk membangun sinergi. 

Setelah itu, Menkopolhukam merangkum poin-poin Rapat Koordinasi Analisa dan Evaluasi (Anev) Pelaksanaan Kampanye Pilkada Serentak Tahun 2020. Yakni poin pertama adalah sampai saat ini proses pelaksanaan kampanye Pilkada masih berjalan lancar kemudian Zona merah Daerah yang melaksanakan Pilkada jumlah berkurang dari 45 Kab/Kota menjadi 29 Kab/Kota. Akan tetapi pada Daerah yang tidak melaksanakan Pilkada Zona Merah mengalami penambahan semula 25 Kab/Kota menjadi 33 Kab/Kota. Sehingga kuncinya adalah mematuhi protokol kesehatan yang ketat.