Inspiring City Pasuruan. Sebagaimana yang diamanatkan pada undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan keluarga sebagai dasar pelaksanaan program kependudukan dan keluarga Berencana. Kemudian undang–undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah semakin mempertegas kewenangan tersebut, pada lampiran disebutkan tentang pembagian Urusan Pemerintahan Konkuren antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota (Pembagian urusan pemerintah bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana) menegaskan kewenangan dalam pelaksanaan pengendalian penduduk dan keluarga berencana.Kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis untuk mengimplementasikan kegiatan – kegiatan prioritas program KKBPK secara utuh dilini lapangan. Kampung KB merupakan salah satu bentuk/model miniatur pelaksanaan total program KKBPK secara utuh yang melibatkan seluruh sektor.

Dari narasi tersebut diatas, pada hari Senin sampai dengan hari Selasa tanggal 28 Desember sampai dengan 29 Desember 2020 bertempat di Hotel Transit Kota Pasuruan diselenggarakan Lokakarya Tingkat Kota Bagi Pengelola Kampung KB Se-Kota Pasuruan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pasuruan dan secara resmi di buka oleh Wali Kota Pasuruan. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Kepala Perangkat Daerah yang merupakan anggota Pokja Kampung KB lintas sektor, Camat,  Lurah wilayah kampung KB Kota Pasuruan, Penyuluh KB Se-Kota Pasuruan beserta Pokja Kampung KB, Narasumber serta undangan lain.

Menurut  Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pasuruan Ibu Njoman Swasti, S.STP, MM mengatakan maksud dari lokakarya ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program pembangunan keluarga, kependudukan keluarga berencana (BANGGA KENCANA) serta pembangunan sektor terkait  dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan koordinasi dan peran serta Organisasi Perangkat Daerah dan mitra program dalam mendukung tumbuh kembang kampung KB. Peserta lokakarya ini berjumlah 155 orang terdiri dari Kepala Perangkat Daerah anggota Pokja kampung KB sebanyak 12 orang, Camat 4 orang, Lurah 4 orang, Pokja kampung KB 114 orang dan penyuluh KB 21 orang. Narasumber Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Kepala Bapelitbangda Kota Pasuruan, Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pasuruan.

Dalam   kesempatan ini,  Wali Kota Pasuruan Bapak  Raharto  Teno Prasetyo, ST mengharapkan kampung KB dapat menjadi suatu inovasi strategis dalam penguatan program KKBPK dan pembangunan sektor terkait, terutama sebagai suatu langkah implementasi kegiatan prioritas yang memiliki daya ungkit terhadap upaya pencapaian target/sasaran yang telah ditetapkan, serta untuk memperluas cakupan penggarapan program KKBPK yang dapat diterima manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Serta Kampung KB diharapkan juga menjadi pilot project dan menjadi ikon Kota Pasuruan.

Seusai sambutan diteruskan dengan pemaparan materi oleh narasumber.