Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kota Pasuruan selama 3 (tiga) hari mulai  hari Senin sampai dengan hari Rabu tanggal 28 Oktober sampai dengan tanggal 30  Oktober 2019 bertempat di Grand Sae Boutique Hotel Jalan Sam Ratulangi Nomor 18 Kota Surakarta Jawa Tengah  menyelenggarakan kegiatan fasilitasi pemberdayaan organisasi masyarakat/lembaga swadaya masyarakat. Adapun temanya “Melalui Outbond Membangun Harmonisasi Antar Lembaga”. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Walikota Pasuruan didampingi,  Asisten, Perwakilan KODIM 0819 Pasuruan, Perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, Kepala OPD terkait Kota Pasuruan, Camat Se-Kota Pasuruan, Instruktur, peserta serta undangan lain.

“ Tujuan kegiatan ini adalah untuk menciptakan harmonisasi  antara organisasi masyarakat dengan Pemerintah Kota Pasuruan, membangun kekompakan antara ormas/LSM dan Pemerintah dalam menjaga stabilitas wilayah serta melakukan komunikasi intensif dan berkomitmen dalam membangun Kota Pasuruan. Peserta kegiatan adalah 1 (satu) orang pengurus organisasi kemasyarakatan sebanyak 112 peserta yang terdiri dari 60 orang LSM, 10 orang Ormas, 30 orang dari OPD terkait,6 orang tim terpadu pengawasan Ormas serta  6 orang panitia. Bentuk kegiatan adalah outbond baik diluar gedung maupun dalam gedung. Instruktur dalam kegiatan ini adalah dari CV. Surya Mentari Solo, yang telah berpengalaman melakukan kegiatan outbound di Jawa Tengah. “ujar  Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kota Pasuruan Bapak Drs. H. Mas Djoko Baroto, M.Si.

Sambutan dan arahan Plt.  Walikota Pasuruan Bapak Raharto Teno Prasetyo, ST menyampaikan kegiatan pemberdayaan organisasi masyarakat/lembaga swadaya masyarakat bertujuan mendorong peran aktif Ormas/LSM dalam membangun dan menjaga stabilitas wilayah Kota Pasuruan, karena  wilayah yang selalu terjaga dan aman akan memberikan pengaruh positip pada setiap warga Kota Pasuruan. Pasca pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres), kita sadari bahwa gejolak yang tidak diharapkan muncul yang menjadikan  suhu politik tidak menentu, mahasiswa berorasi menentang diterbitkannya peraturan mengenai KPK yang berimbas ke seluruh masyarakat, dan banyaknya informasi yang belum tahu kebenaranya (hoaks) yang hal ini rawan untuk ditumpangi oleh gerakan yang berlawanan dengan Pemerintah bahkan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka kita perlu mawas diri, waspada dan kompak. Pemerintah dan Ormas/LSM berkomitmen untuk berperan aktif mencegah terjadinya perpecahan  dan bersama menjaga stabilitas wilayah Kota Pasuruan agar tetap aman dan kondusif. Oleh sebab itu mari kita bergandengan tangan, saling asah, saling asih, dan saling asuh dengan sesama sehingga tercipta suasana damai aman dan tentram.  Dalam rangka mencapai harapan tersebut kegiatan outbond sangat efektif untuk mewujudkan kekompakan, komitmen dan kebersamaan antara lembaga, asalkan diikuti dengan sungguh-sungguh dari awal sampai akhir, sesuai dengan tema “melalui outbond membangun harmonisasi antara lembaga”.

Lebih lanjut dikatakan, kepada semua pengurus organisasi masyarakat/lembaga swadaya masyarakat. Pemerintah sangat berharap agar dapat memberikan wawasan pada anggotanya untuk menjaga persatuan dan kesatuan dan jangan mudah diadu domba oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab. Oleh karena itu masyarakat di wilayah Kota Pasuruan harus dapat  menggunakan hak dan kewajiban sebagai warga negara sebagaimana diatur dalam konstitusi, sekaligus sebagai landasan dalam mewujudkan Kota Pasuruan yang maju, aman, damai, bermoral, demokratis, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing sebagai beranda terdepan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.