Inspiring City Pasuruan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penyerapan Anggaran dan Pemulihan Ekonomi
Tahun 2020 di Dyandra Convention Center pada hari Senin tanggal 27 Juli 2020. Rapat Koordinasi tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Timur dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Jajaran Forkopimda Jawa Timur, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,
Walikota/Bupati Se-Jawa Timur, Sekretaris Daerah Se-Jawa Timur, Inspektorat Se-Jawa Timur serta undangan lain. Dalam   kesempatan  ini hadir  Plt. Walikota Pasuruan  Bapak  Raharto  Teno  Prasetyo, ST  didampingi Pj. Sekretaris  Daerah  Kota  Pasuruan  Bapak   Rudiyanto, AP, MM serta Inspektur Kota Pasuruan Bapak Drs. H. Mokhamad Faqih, M.Si.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indah Parawansa
meminta Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk mulai melakukan
gerakan pemulihan ekonomi agar mendorong percepatan penanganan Covid-19. Selain itu juga agar Kabupaten/Kota realisasi dan penyerapan anggaran harus dimaksimalkan. Ini yang kita inginkan, bahwa gerakan pemulihan ekonomi sudah bisa dimaksimalkan oleh masing-masing daerah sesuai dengan kondisinya. Ada 5 (lima) Kabupaten/Kota di
Jawa Timur terbesar persentase realisasi belanja yakni Kabupaten Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Ponorogo.  Sedangkan 5 (lima) ada Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang memiliki persentase terkecil yakni Kabupaten Sumenep, Kabupaten Bojonegoro, Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk.

Dalam kesempatan ini juga, Gubernur Jawa Timur menyampaikan pesan Presiden pada pertemuan 15 Juli 2020 lalu, salah satunya adalah keseimbangan antara pengendalian Covid 19 dan pemulihan ekonomi harus dalam satu keberiringan. Sehingga melalui rapat koordinasi ini, diharapkan para Bupati maupun Walikota ini bisa berseiring, seirama. Frekuensinya harus sama, karena ada daerah yang zona kuning, ada zona orange dan ada yang masih zona merah.