Pelatihan  Pemandu  Wisata  Warisan  Budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kota Pasuruan selama 3 (tiga) hari berturut-turut mulai  hari Senin sampai dengan hari Rabu  tanggal 2 September sampai dengan tanggal 4 September 2019 di Daroessalam Hotel, Jalan Soekarno Hatta Kota Pasuruan secara resmi di buka oleh Wakil Walikota Pasuruan di dampingi Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Kepala OPD terkait, Camat Purworejo dan Lurah Pohjentrek, Narasumber dari Universitas Brawijaya Malang dan peserta pelatihan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan  Bapak Drs. H. Hardi Utoyo, M.Si. mengatakan maksud dan tujuan diselenggarakan kegiatan ini yaitu digulirkan dana alokasi khusus non fisik dana pelayanan kepariwisataan kepada daerah Kabupaten dan Kota diharapkan agar masing-masing daerah mampu memberi stimulasi kepada perkembangan pariwisata khususnya pada prioritas pengembangan SDM pariwisata sesuai dengan keunggulan yang dimiliki dengan menunjuk pada arah dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata. Sehingga pada pelatihan ini diharapkan agar peserta meningkatkan kemampuan dan keterampilan utamanya dibidang tata kelola destinasi pariwisata sehingga lebih terarah dan fokus dalam membangun destinasi pariwisata.Sasaran unsur pemuda karang taruna di Kelurahan Pohjentrek, unsur kelompok kerja PKK Kelurahan Pohjentrek, perwakilan masing-masing RW di lingkungan Kelurahan Pohjentrek, pengamat dan pelaku budaya Kota Pasuruan, komunitas penggagas daya tarik wisata baru Kota Pasuruan serta komunitas GENPI (Generasi Pesona Indonesia) wilayah Pasuruan. Peserta Pelatihan Pemandu Wisata Budaya Warisan Budaya sejumlah 40 orang. Narasumber Wakil Walikota Pasuruan, praktisi pariwisata dari Universitas Brawijaya Malang, pegiat kampung budaya kampung topeng polowijen Malang, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan dan Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan.

Dalam kesempatan ini Wakil Walikota Pasuruan Bapak Raharto Teno Prasetyo, ST mendorong agar pertemuan dan pelatihan ini dapat memberikan sinergi bagi semua para pelaku pariwisata, untuk memberikan ide, pikiran, gagasan, berbagi pengalaman, unjuk kerja dan  unjuk kreatifitas demi kemajuan pada sektor ini. Disamping itu berpesan kepada para peserta, bahwa fasilitas- fasilitas yang tidak murah ini tidak akan berguna, jika tidak didukung dengan berkembangnya kreativitas, yang mampu menggerakkan pengembangan kepariwisataan di Kota Pasuruan. Oleh karena itu, mari kita awali dari sini, manfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Juga diharapkan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan dan diikuti sebaik-baiknya, tak ada kata terlambat untuk sebuah perubahan, tangkaplah hal-hal yang menumbuhkanmu, mengubahmu dan lingkungan sekitarmu menjadi lebih baik.

Perlu diketahui hasil kegiatan  ini diharapkan pada pelatihan pemandu wisata budaya warisan budaya ini dapat memberikan stimulan bagi peserta terhadap keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing wilayahnya sehingga terwujud destinasi pariwisata melalui potensi dan kearifan lokal sesuai dengan arah dan kebijakan rencana induk pariwisata Kota Pasuruan. Terbentuknya daya tarik wisata baru yaitu Kampung Budaya Mancilan dan sekitarnya sebagai destinasi wisata di Kota Pasuruan. Terbentuknya pemandu wisata dan paket wisata yang berbasis kearifan lokal. Setiap peserta mendapat sertifikat pelatihan pemandu wisata budaya warisan budaya.

Seusai sambutan diteruskan dengan pemaparan materi oleh narasumber.