Plt.  WALIKOTA PASURUAN MENERIMA  PENGHARGAAN SWASTI SABA WISTARA TAHUN 2019

Plt. WALIKOTA PASURUAN MENERIMA PENGHARGAAN SWASTI SABA WISTARA TAHUN 2019

Inspiring City Pasuruan. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bapak Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Bapak Terawan Agus Putranto menganugerahkan sebanyak 88 Kategori Swasti Saba Wistara kepada 88 Kabupaten/Kota di Indonesia, termasuk Kota Pasuruan. Pemerintah dan masyarakat Kota Pasuruan harus berbangga memperoleh penghargaan level Wistara pada penyelenggaraan Kabupaten Sehat atau dikenal dengan Swasti Saba yang dinilai setiap 2 (dua) tahun oleh Pemerintah Pusat. Level Wistara adalah level tertinggi dalam kategori Swasti Saba setelah Wiwerda dan Padapa.
Pemerintah Kota Pasuruan menerima Penghargaan Swasti Saba Tingkat Wistara di berikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia kepada Plt. Walikota Pasuruan Bapak Raharto Teno Prasetyo, ST di Ruang Rapat Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7 Jakarta Pusat. Penghargaan tersebut diberikan pada hari Selasa tanggal 19 November 2019.
Dalam kesempatan tersebut Plt. Walikota Pasuruan di dampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Pengembangan Dan Penelitian Daerah Kota Pasuruan Bapak Drs. H. Djoko Adri Srijono, M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan Dan Pertamanan Kota Pasuruan Bapak Rudiyanto, AP, MM, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Ibu dr. Shierly Marlena, Kepala Protokol Dan Komunikasi Pimpinan Kota Pasuruan Bapak Alyasa Akbar, S.STP dan Ketua Forum Komunikasi Kota Sehat Kota Pasuruan Ibu Dr. Dies Nurhayati.
Menurut Plt. Walikota Pasuruan Bapak Raharto Teno Prasetyo, ST mengatakan Kota Pasuruan meraih anugerah Swasti Saba kategori Wistara sebagai predikat Kota Sehat dan ini untuk pertama kalinya di peroleh yang merupakan penghargaan tertinggi untuk Kota Sehat.
Atas penghargaan ini Plt. Walikota Pasuruan menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada stokeholder dan semua pihak serta masyarakat yang telah ikut membantu mensukseskan program pembangunan kesehatan.
Penghargaan ini menunjukkan jika Kota Pasuruan layak untuk menerima penghargaan karena telah dipandang memenuhi 5 (lima) tatanan / kategori / persyaratan yang dinilai untuk meraih Swasti Saba Wistara. Keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah teknis yang dikoordinir oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Pengembangan Dan Penelitian Daerah Kota Pasuruan dan keterlibatan Forum Komunikasi Kota Sehat Kota Pasuruan, Forum Kecamatan dan Kelompok Kerja (Pokja) Kelurahan sangat menentukan tercapainya Kota Sehat.
Dalam kesempatan ini, Walikota Pasuruan berharap prestasi yang diperoleh itu dapat dijadikan motivasi untuk terus melakukan kreatifitas dan inovasi menjadikan program pembangunan di bidang kesehatan, menjadi program unggulan menuju Kota Pasuruan Kota Jasa dan Perdagangan dan salah satu jasanya adalah jasa kesehatan.

SEMINAR AKBAR “PENTINGNYA PERANAN MASYARAKAT DALAM PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN KEMATIAN BAYI”

SEMINAR AKBAR “PENTINGNYA PERANAN MASYARAKAT DALAM PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN KEMATIAN BAYI”

Inspiring City Pasuruan. Bahwa saat ini pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kota Pasuruan sudah cukup baik ditandai dengan meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan ibu dan anak berupa peningkatan cakupan peningkatan cakupan kunjungan ibu hamil, cakupan ibu bersalin di fasilitas kesehatan, cakupan pelayanan nifas, cakupan pelayanan bayi baru lahir dan cakupan pelayanan anak balita.
Adapun salah satu indikator yang mencerminkan derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Angka kematian ibu dihitung dari jumlah ibu meninggal karena hamil, bersalin dan nifas yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh, dan lain-lain dibagi jumlah kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi dihitung dari jumlah kematian yang terjadi pada bayi sebelum mencapai usia satu tahun dibagi jumlah kelahiran hidup.
Angka kematian ibu Kota Pasuruan hingga November 2019 sebesar 0,6 per 1000 lahir hidup atau 2 kematian ibu, menurun dibandingkan tahun 2018 sebesar 3,1 per 1000 lahir hidup atau 10 kematian. Angka kematian ibu tahun 2019 tersebut masih aman dibawah target RPJMN sebesar 1,83 RPJMD, dan dibawah target Jawa Timur sebesar 0,91 dan masih dibawah target SDG’s (Sustainable Development Goal’s) Sebesar 0,70 serta masih dibwah target Kota Pasuruan yaitu 2,48 per 1000 lahir hidup.
Dalam upaya penurunan AKI dan AKB disamping pelayanan kesehatan diperlukan peranan masyarakat yang optimal tersebut, dapat berupa upaya masyarakat mencari informasi kesehatan dari sumber yang jelas dan memiliki validitas yang benar, masyarakat melakukan pendewasaan usia perkawinan, masyarakat usia subur menggunakan alat kontrasepsi (KB) untuk mengatur jarak kelahiran dan pola asuh yang baik, masyarakat melakukan perencanaan kehamilan, masyarakat mau memanfaatkan buku KIA untuk pemantauan secara awam selama kehamilan, nifas dan masa bayi dan balita bahkan hingga anak pra sekolah, masyarakat menjalani asuhan yang teratur dan berkualitas dan masih banyak lagi yang lainnya.
Peran serta masyarakat yang optimal dan peningkatan kesadaran masyarakat terutama calon ibu memiliki risiko tinggi agar lebih waspada serta dapat meminimalkan kejadian komplikasi selama kehamilan dan dukungan dari kita semua yang diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi.
Oleh karena itu, berdasarkan narasi tersebut serta dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 55 Tahun 2019, Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Kesehatan Kota Pasuruan selama 3 (tiga) hari mulai hari Senin sampai dengan hari Rabu tanggal 18 November sampai dengan tanggal 20 November 2019 bertempat di Ruang Pertemuan Valencia Bakery Cafe & Resto Jalan Hayam Wuruk Nomor 11 Kebonsari Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan menyelenggaraan Seminar Akbar “Pentingnya Peranan Masyarakat Dalam Penurunan Angka Kematian Ibu Dan Kematian Bayi”. Seminar tersebut secara resmi di buka oleh Plt. Walikota Pasuruan di hadiri Asisten Bidang Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Pasuruan, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, Direktur RSUD dr. R. Soedarsono dan Direktur, RS Graha Sehat MedikaKota Pasuruan, Camat dan Lurah di Lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, Ketua Organisasi Profesi IDI, IBI, PPNI, Persakmi Kota Pasuruan, Narasumber Dokter Spesialis Obgyn dan Spesialis Anak, Ketua Organisasi Kemasyarakatan Muslimat, Fatayat, Aisiyah Kota Pasuruan, para tokoh masyarakat serta undangan lain.
Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Ibu dr. Shierly Marlena mengatakan tujuan umum kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Kota Pasuruan Tahun 2019. Yang bertujuan agar masyarakat mengetahui faktor penyebab kematian ibu dan kematian bayi serta mengetahui perananya dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi Kota Pasuruan. Peserta 575 orang dan terbagi dalam 3 kali pelaksanan yaitu hari pertama 275 orang terdiri dari 184 Masyarakat, 82 Undangan dan 9 Narasumber panitia. Hari kedua 150 orang terdiri dari 130 Masyarakat, 11 Undangan dan 9 Narasumber panitia sedangkan hari III 150 orang terdiri dari 130 Masyarakat, 11 Undangan dan 9 Narasumber panitia. Total hari pertama, kedua dan ketiga sebanyak 575 orang. Masyarakat dari 222 perwakilan RW Se-Kota Pasuruan (per RW 2 orang), undangan terdiri dari perwakilan , 4 camat, 34 lurah, Fatayat, Muslimat, Aysiyah, Kepala Puskesmas, Bidan, Perwakilan OPD, Kepala Desk Se-Kota Pasuruan, Petugas kesehatan dan organisasi masyarakat.
Sambutan dan arahan Plt. Walikota Pasuruan Bapak Raharto Teno Prasetyo, ST mengatakan Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati setiap tanggal 12 November. Adapun Tema HKN tahun 2019 adalah “Generasi Sehat Indonesia Unggul”. Sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Presiden dalam pelantikan Kabinet Indonesia Maju 2020 – 2024, bahwa perhatian Pemerintah dalam kurun 5 tahun mendatang diprioritaskan pada pembangunan Sumber Daya Manusia. Berbagai keberhasilan pembangunan kesehatan untuk pembangunan Sumber Daya Manusia telah diraih dengan adanya peningkatan “Indeks Pembangunan Manusia” Indonesia setiap tahun dimana salah satu parameter yang diukur adalah “Angka Harapan Hidup”. Angka Harapan Hidup (AHH) merupakan cerminan dari berbagai indikator dampak seperti Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI).
Lebih lanjut dikatakan, Angka Kematian Ibu hingga November tahun 2019 di Kota Pasuruan sebesar 0.6 per 1000 Lahir hidup atau 2 kematian ibu, menurun dibandingkan tahun 2018 sebesar 30.6 per 1000 Lahir hidup atau 10 kematian ibu. Angka Kematian Bayi hingga November tahun 2019 di Kota Pasuruan sebesar 6,9 per 1000 Lahir hidup atau 23 kematian bayi, meningkat dibandingkan tahun 2018 sebesar 6,1 per 1000 Lahir hidup atau 20 kematian bayi. Semoga sisa waktu 2 bulan di tahun ini tidak ada peningkatan jumlah kematian bayi kembali. Harapan kita semua di tahun depan jumlah kematian ibu dan kematian bayi dapat ditekan atau bahkan zero kasus, tentunya hal ini akan lebih mudah dilakukan bila semua pihak terlibat bersama-sama.
Perlu diketahui, 5 pilar penurunan AKI dan AKB adalah peraturan/legislasi; komitmen program Pemerintah, mulai dari pusat hingga kelurahan; komitmen tenaga kesehatan dan fasilitas pemberi layanan kesehatan ibu dan anak; komitmen pasangan suami istri dimulai dari semenjak menjadi calon ibu dan komitmen keluarga dan lingkungan sekitar; merupakan pilar yang harus memainkan peranannya masing-masing. Komitmen konkret Pemerintah Kota Pasuruan sebagaimanna dimaksud berupa memberikan fasilitas pelayanan kesehatan yang mudah diakses secara geografis maupun secara finansial. Perwali Nomor 05/2018 yaitu program UHC (Universal Health Coverage), telah menjamin semua masyarakat Kota Pasuruan memiliki jaminan kesehatan. Sistem Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) yang menghadirkan bidan kelurahan di setiap kelurahan yang ada di Kota Pasuruan yang memiliki tugas memantau kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas, bayi dan anak balita serta anak prasekolah di wilayah kelurahan.
Oleh karenanya, perlunya komitmen bersama dalam rangka upaya penurunan AKI dan AKB di Kota Pasuruan dengan peranan masing-masing harus terus dipupuk dan dioptimalkan dari tahun ke tahun. Selamat Hari Kesehatan Nasional Ke-23 dan teriring harapan semoga Peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun 2019 ini, akan menjadi suplemen dan semangat bagi seluruh lintas sektor terkait termasuk masyarakat ikut berkiprah dalam pembangunan,.

FASILITASI PENYUSUNAN SOP ADMINISTRASI PEMERINTAHAN

FASILITASI PENYUSUNAN SOP ADMINISTRASI PEMERINTAHAN

Salah satu aspek penting untuk mewujudkan birokrasi yang efektif, efisien dan akuntabel dalam rangka perbaikan kinerja manajemen Pemerintahan/kualitas pelayanan publik adalah dengan memperbaiki proses penyelenggaran administrasi Pemerintahan melalui penyusunan dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Pemerintahan. Karena SOP merupakan serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi Pemerintahan, bagaimana & kapan harus dilakukan, dimana & oleh siapa dilakukan.

Dari latar belakang tersebut diatas, maka Pemerintah Kota Pasuruan melalui  Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Pasuruan selama 2 (dua) hari mulai hari Senin sampai dengan hari Selasa tanggal 18 November sampai dengan tanggal 19 November 2019 menyelenggarakan Fasilitasi Penyusunan SOP Administrasi Pemerintahan bertempat di Valencia Bakery Cafe & Resto Pasuruan.  Kegiatan tersebut secara resmi di buka oleh Plt. Walikota Pasuruan di hadiri Plt. Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Asisten Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Lurah, Narasumber dari Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Bapak Iwan Dwi Murwanto, SH, serta  peserta Acara Fasilitasi Penyusunan SOP Administrasi Pemerintahan.

Menurut Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Pasuruan Bapak Kokoh Arie Hidayat SE, Sos, MM mengatakan tujuan penyelenggaraan acara Fasilitasi Penyusunan SOP Administrasi Pemerintahan adalah agar peserta mengerti, memahami dan mampu melaksanakan peraturan-peraturan dalam rangka pembuatan Standar Operasional Prosedur. Sasaran kegiatan ini adalah Kecamatan dan Kelurahan di Lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan. Peserta acara Fasilitasi Penyusunan SOP Administrasi Pemerintahan berasal dari pejabat struktural dan Tenaga Teknis pada Kecamatan dan Kelurahan dilingkungan Pemerintah Kota Pasuruan.

Sambutan dan arahan Plt. Walikota Pasuruan  Bapak  Raharto Teno Prasetyo, ST mengatakan  sebagaimana kita ketahui bersama bahwa selama ini masyarakat sering kali menilai pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah dengan berbagai penilaian yang negatif, seperti : “Birokrasi yang lamban, berbelit-belit, mahal, tidak efisien dan tidak profesional. Hal ini tidak bisa dipungkiri, karena secara umum pelaksanaan tugas dan fungsi Pemerintah, terutama yang terkait dengan pelayanan belum seluruhnya memenuhi tuntutan dan harapan masyarakat. Kita pun menyadari bahwa berbagai aktivitas penyelenggaraan Pemerintahan yang kita laksanakan, seringkali tidak jelas prosedurnya, tidak tepat waktunya, tidak terukur kinerjanya, tidak terjamin kualitas atau mutunya, bahkan kadang-kadang tidak jelas outputnya. Kondisi seperti ini ternyata terjadi hampir di seluruh instansi Pemerintah baik di tingkat Pusat maupun di Daerah, sehingga hal ini sudah menjadi kebiasaan yang salah dan harus di betulkan.

Lebih lanjut dikatakan, reformasi birokrasi salah satunya diarahkan untuk melakukan penataan dalam bidang ketatalaksanaan instansi Pemerintahan agar lebih efektif dan efisien. Upaya penataan tata laksana tersebut antara lain dapat diwujudkan melalui penyusunan dan implementasi standar operasional prosedur administrasi pemerintahan (SOP AP) sehingga penyelenggaraan administrasi Pemerintahan dapat berjalan dengan lebih pasti, berbagai bentuk penyimpangan dapat dihindari dan sekalipun terjadi penyimpangan hal tersebut lebih mudah ditemukan penyebabnya serta bisa diselesaikan dengan cara yang lebih cepat dan tepat karena hal tersebut pada akhirnya akan berakibat pada kualitas atau mutu dan berimplikasi pada kepuasan masyarakat pengguna jasa layanan pemerintah. Oleh karena itu organisasi perangkat daerah termasuk Kecamatan dan Kelurahan harus membuat atau menyusun standar operasional prosedur (SOP).

Dalam kesempatan ini, Plt. Walikota Pasuruan mengucapkan terima kasih kepada narasumber, semoga materi yang disampaikan dapat memberikan manfaat kepada semua peserta sebagai bekal untuk melaksanakan fungsi pelayanan kepada masyarakat kota pasuruan agar lebih baik dan lebih berkualitas.

Seusai sambutan diteruskan dengan pemaparan materi oleh narasumber.

 

 

 

PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1441 H / 2019 M

PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1441 H / 2019 M

inspiring city PASURUAN, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H / 2019 M diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pasuruan pada hari Minggu malam tanggal 17 November 2019 di Jalan Balaikota Pasuruan. Peringatan  Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Pemerintah Kota Pasuruan. Pada kesempatan ini hadir Plt. Walikota Pasuruan beserta Ibu, Ketua DPRD Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan beserta Ibu,  Jajaran Forkopimda Kota Pasuruan beserta Ibu, Ustad, Kyai, Bu Nyai, Alim Ulama, Habaib, Sesepuh, Pinih Sepuh, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ketua PCNU Kota Pasuruan, Ketua FKUB Kota Pasuruan, Ketua dan Sekretaris MUI Kota Pasuruan, Kepala OPD/Camat/Lurah/ASN  Pemerintah Kota Pasuruan, Ibu-Ibu pengajian, para jamaah serta undangan lain.

Dalam kesempatan ini, Plt. Walikota Pasuruan Bapak Raharto  Teno Prasetyo, ST  Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum yang tepat bagi kita semuanya untuk merenungkan keteladanan Rasulullah. Berkumpulnya kita dalam Peringatan Maulid Nabi ini adalah bentuk cinta kita kepada Nabi Muhamamad. Rasulullah adalah teladan bagi kita semua. akhlak beliau, ibadah beliau, dan semua hal yang melekat pada diri beliau adalah cerminan Al-Qur’an yang kita imani. Untuk itu, saya mengajak umat muslim di Kota Pasuruan ini untuk meneladani kehidupan Rasulullah. Apa yang beliau lakukan harus kita ikuti dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Insya Allah dengan meneladani Rasulullah kita bisa buktikan bahwa islam itu agama yang Rahmatan Lil Alamin.  Islam yang mengajarkan kedamaian. Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam, khususnya rahmat bagi bangsa dan negara kita Indonesia.

Plt. Walikota Pasuruan mengajak umat islam di Kota Pasuruan  untuk selalu berbicara baik, untuk selalu berpikir positif, untuk selalu optimis, untuk selalu bekerja keras, dan memperkuat Ukhuwah Wathaniyah kita. Hindari ujaran kebencian, hindari saling menjelekkan di antara kita, hindari hasutan-hasutan yang tidak berguna, hindari saling memprovokasi yang tidak berguna, hindari fitnah karena semuanya itu hanya melemahkan kita, dan merugikan umat islam. Dengan meneladani Rasulullah, marilah kita rawat persatuan dan kesatuan untuk bergerak maju, untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.kita berharap agar suasana yang kondusif ini terus dipelihara oleh seluruh lapisan masyarakat, dengan budaya dan perilaku saling menghormati antara satu sama lain. Antara masyarakat dan Pemerintah harus saling mendukung untuk memajukan daerah kita, sehingga kehidupan kita akan menjadi lebih baik, aman, tenang dan sejahtera. Insya Allah, kebersamaan ini selain merupakan bentuk upaya kita meneladani Rasulullah juga menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi kita semua guna terwujudnya Kota Pasuruan yang maju dan sejahtera, baldhatun thoyyibatun wa robbun ghofur,

Lebih lanjut dikatakan, makna yang paling mendasar dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah untuk mengevaluasi sejauh mana Uswatun Hasanah yang melekat pada diri Rasulullah SAW dapat kita teladani dan kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh merupakan kerugian, apabila acara seperti ini tidak mampu merubah perilaku kita ke arah yang lebih baik dari sebelumnya, baik dalam tataran ibadah secara vertikal maupun horizontal melalui peningkatan iman dan taqwa serta semakin tingginya kesalehan sosial. Keteladanan Rasulullah yang saat ini hampir punah, harus dihidupkan lagi yang diawali dengan menjalin silaturahmi, mempererat rasa kebersamaan, persaudaraan dan gotong-royong, mengingat masyarakat saat ini sudah kurang peduli lagi terhadap lingkungan, banyak yang tidak memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungan, padahal islam merupakan agama yang mengajarkan ketertiban, keindahan, kebersihan dan kesehatan lingkungan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadist bahwa kebersihan itu sebagian dari iman.

Plt. Walikota Pasuruan menyampaikan  ucapkan terima kasih kepada jamaah dan undangan yang telah hadir dan khususnya kepada Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf selaku penceramah pada kesempatan ini.  Kepada hadirin dimohon dengan seksama untuk menyimak dan mendengarkan tausiyah dari beliau. Semoga kita semua dapat memetik hikmah Maulid dalam rangka meneladani akhlak Rasulullah SAW. Dan diharapkan dapat menjadi motivasi dalam kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Semoga alloh swt selalu memberikan petunjuk dan hidayahnya kepada kita semua. amiin.

          Ceramah Agama oleh Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf menyampaikan siapapun yang ingin sukses harus mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. Orang yang ambisi jabatan dan harta tidak pernah bisa mencontoh Nabi Muhammad SAW, karena Nabi Muhammad SAW tidak gila jabatan dan harta. Nabi Muhammad SAW tulus, ikhlas dan ridha kepada Allah SWT. Karena resep kesuksesan bersumber dari teladan Nabi Muhammad SAW. Ayo kita ikuti ajaran Nabi, karena Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi yang luar biasa. Kita harus mengikuti sunnah Nabi, salah satunya melaksanakan Sholat 5 (lima) waktu harus berjamaah dan melaksanakan sholat sunnah lainnya. Membaca Al-Qur’an agar supaya rumah kita berkah dan dikenal malaikat. Jadikan Kota Pasuruan aman dari minuman keras, pelacuran, narkoba dan bencong, itu semua harus kita berantas. Kita harus bekerjasama dan membimbing/mendidik generasi muda sehingga punya akhlak yang akhlakul karimah.

Dalam kesempatan ini, Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf mengajak kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN)  Kota Pasuruan untuk setiap harinya pada waktu jam kerja harus di galakkan sholat berjamaah di Masjid / Mushollah kantor masing-masing.