TIM PENILAI LAPANGAN KOTA LAYAK ANAK

Sebanyak 8 orang penilai Kota Layak Anak (KLA) dari Pusat dan Provinsi Jawa Timur datang ke Kota Pasuruan. Kedatangan tersebut diawali dengan kunjungan dan penilaian lapangan di sejumlah tempat/titik di Kota Pasuruan selama 2 (dua) yaitu pada hari Minggu sampai dengan hari Senin tanggal 20 Mei 2018 sampai dengan tanggal 21 Mei 2018. Sedangkan pada hari Selasa tanggal 22 Mei 2018 bertempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan dilaksanakan rapat, pemaparan dan diskusi  terkait penilaian dan verifikasi lapangan Kota Layak Anak di Kota Pasuruan. Dalam kesempatan ini hadir Walikota Pasuruan selaku pembina tim gugus tugas Kota Layak Anak Kota Pasuruan beserta seluruh anggotanya, Ketua TP PKK Kota Pasuruan selaku pembina tim advokasi  Kota Layak Anak Kota Pasuruan beserta seluruh anggotanya, Koordinator Tim Verifikasi lapangan  Kota Layak Anak Nasional, peserta rapat serta undangan lain.

Sambutan sekaligus paparan Tim Verifikasi Lapangan Kota Layak Anak Nasional Ibu dr. Ernanti mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pasuruan yang telah menyambut dengan baik kedatangan tim kami. Kedatangan kami hanya memferifikasi bukan penilaian dan fokus membahas tentang anak. Anak itu adalah seseorang yang berumur di bawah 18 tahun dan merupakan makhluk yang belum matang dari segi psikis dan fisik. Oleh karena itu hak-hak anak harus kita penuhi. Ada 5 hak azasi anak dan 24 indikator dalam penilaian Kota Layak Anak. Setiap Kota yang memenuhi hak-hak anak disebut dengan Kota Layak Anak. Berkaitan dengan Kota Layak Anak harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu harus disusun serta ada kebijakan payung hukum dan sudah punya peraturan daerah perlindungan perempuan dan pemenuhan hak anak serta harus ada aturan yang bersifat operasional. Tim gugus tugas Kota Layak Anak Kota Pasuruan beserta seluruh anggotanya harus bergerak di segala bidang yang ada. Kesehatan ada 6 indikator yang harus dikejar dan perlu didorong lagi Puskesmas yang ramah anak, non diskriminasi, mementingkan anak serta mendengar anak, itu semua harus dilengkapi oleh bidang.

Lebih lanjut di katakan, penilaian lain yaitu anak yang Drop Out (DO) dari sekolah  harus di tangani, selain itu hak anak mendapatkan informasi dan ada perpustakaan untuk anak yang berkualitas. Disamping itu tanpa sponsor rokok dan ada 24 indikator harus diturunkan di setiap Kelurahan yang ada di Kota Pasuruan. Diharapkan lurah harus punya data yang riil/nyata tentang kondisi hak anak yang meliputi anak yang DO dari sekolah, anak yang cacat serta anak yang sudah bekerja selanjutnya mencari solusinya dan juga perkawinan anak perlu mendapat perhatian khusus. Disamping itu peran media massa sangat besar untuk dimanfaatkan oleh anak, serta diharapkan media massa sebagai advokator dan idekator.

Sambutan selamat datang sekaligus paparan pelaksanaan Kota Layak Anak  oleh Walikota Pasuruan Bapak Drs. H. Setiyono, M.Si mengatakan pada hari ini merupakan hari terakhir tim verifikasi di Kota Pasuruan semoga tim verifikasi mendapat jawaban serta kekurangan yang ada di Kota Pasuruan harus kita benahi dengan indikator-indikator. Program dan kegiatan harus didukung dengan data yang jelas, kalau data diselesaikan dengan baik maka penanganannya harus dilanjuti dengan program/kegiatan. Pemerintah Kota Pasuruan sangat eksis menangani pemenuhan hak-hak anak, dengan adanya penilaian Kota Layak Anak di Kota Pasuruan diharapkan ada peningkatan di banding tahun kemarin. Itu semua kewenangan  Tim Penilai. Ucapan terima kasih juga disampaikan untuk Tim Penilai Kota Layak Anak dan semoga apa yang diprogramkan Pemerintah Kota Pasuruan terkait  Kota Layak Anak bisa terwujud dengan baik.

Seusai paparan dilanjutkan dengan diskusi antara Tim Penilai Kota Layak Anak dengan para peserta rapat

PRESIDEN RI RESMIKAN PROGRAM PESANTREN PRENEUR DI KOTA PASURUAN

Dalam kunjungan kerja ke Kota Pasuruan Provinsi Jawa Timur pada hari  Sabtu tanggal 12 Mei 2018, Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran program “Pesantrenpreneur”. Peresmian program yang diinisiasi oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur itu berlangsung di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah. Program ini berupaya untuk menguatkan ekonomi umat dengan berbasiskan pada lingkungan pondok pesantren. Hal itu sejalan dengan visi dan misi pemerintah yang ingin membangkitkan perekonomian rakyat, utamanya di kalangan pesantren.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada HIPMI, khususnya HIPMI Jawa Timur, yang telah memulai masuk ke pondok pesantren dengan Ummart-nya, dengan Pesantrenpreneur-nya,” ujar Presiden dalam sambutan.

Salah satu wujud dari program tersebut ialah pembukaan gerai Ummart di sejumlah pesantren yang menjadi sentra pemasaran produk-produk lokal dan hasil produksi dari sekitar pondok pesantren. Di tahap awal, gerai Ummart ini akan dibuka di 10 pondok pesantren.

Menurut Presiden, inisiatif serupa ini, yang berupaya meningkatkan kualitas perekonomian umat, harus selalu didukung dan terus dikembangkan.

“Ide-ide seperti ini harus terus kita dorong, kita motivasi, agar jumlahnya tidak hanya 10, tetapi pesantren yang hampir 30 ribu itu semuanya ada Ummart,” ucapnya.

Sejalan dengan program itu, Pemerintah juga belakangan ini meluncurkan program peningkatan ekonomi umat melalui Bank Wakaf Mikro yang beroperasi di pondok-pondok pesantren. Program yang dimaksudkan untuk membangun jiwa wirausaha di lingkungan pondok pesantren tersebut mendapat sambutan yang sangat positif. Hingga awal Maret 2018, Bank Wakaf Mikro telah menyalurkan modal usaha ke 2.784 nasabah dengan pembiayaan sebesar Rp2,45 miliar.

“Memang, awal kemarin baru (beroperasi) 20, ini sudah ditambah lagi 20. Berarti sudah 40. Dievaluasi lagi, dibenahi lagi. Nanti akan tambah lagi dengan jumlah yang lebih banyak sehingga pondok-pondok pesantren menjadi sebuah kekuatan ekonomi bagi bangsa ini. Harapan kita ke depan seperti itu,” tutur Kepala Negara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia, Walikota Pasuruan, Wakil Walikota Pasuruan, Anggota DPR RI, Pengasuh beserta seluruh jajaran pondok pesantren Bayt Al – Hikmah, Para Ulama, Para Kyai, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Pasuruan, para santri serta undangan lain.

WALIKOTA PASURUAN MELEPAS PESERTA JALAN SEHAT DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2018

Masih dalam rangkaian memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Pasuruan pada hari Jum’at tanggal 11 Mei 2018 menyelenggarakan jalan sehat yang diikuti oleh ribuan peserta terdiri dari siswa-siswi sekolah, karyawan/karyawati Pemerintah Kota Pasuruan, kepala sekolah/guru serta masyarakat umum. Turut hadir dalam kegiatan jalan sehat tersebut yaitu jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, Kepala Sekolah/Guru  Se-Kota Pasuruan serta undangan lain.

Sambutan dan arahan Walikota Pasuruan Bapak Drs. H. Setiyono, M.Si sekaligus memberangkatkan secara resmi peserta gerak jalan mengatakan atas nama Pemerintah Kota Pasuruan mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Kota Pasuruan yang selama ini turut menjaga ketertiban dan keamanan sehingga Kota Pasuruan aman, tertib dan kondusif. Selain itu juga mendukung pendidikan yang ada di Kota Pasuruan. Selama ini ada regulasi/aturan terkait SMA yang ada di provinsi Jawa Timur termasuk di Kota Pasuruan, karena kewenangan SMA sekarang diambil oleh Provinsi Jawa Timur. Karena selama ini Kota Pasuruan telah mencanangkan 12 tahun pendidikan gratis, oleh karena itu untuk SMA Kota Pasuruan tidak bisa berbuat apa-apa. Mohon maaf kepada seluruh orang tua yang anaknya sekolah SMA dikenakan biaya. Diharapkan kalau tidak ada sinkronisasi  antara Provinsi Jawa Timur dengan Kota Pasuruan maka Pemerintah Kota Pasuruan akan mengambil alih kebijakan terkait regulasi/aturan SMA. Jaga ketertiban karena jalan sehat ini rutenya sangat pendek, tidak menganggu aktfitas masyarakat selama gerak jalan berlangsung.

Adapun rute yang dilalui Start/Finish di halaman gedung Gradhika Bhakti Praja – ke utara ke jalan Panglima Sudirman – jalan Gajahmada – jalan Airlangga –  jalan Panglima Sudirman – finish.

Adapun hadiah-hadiah yang disediakan oleh panitia jalan sehat yaitu sepeda gunung, TV LED, kulkas, kipas angin dan banyak lagi hadiah doorprize.

DIALOG PUBLIK CAPAIAN KINERJA 2 TAHUN KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN KOTA PASURUAN

Bertempat di Halaman Universitas Merdeka Pasuruan Jalan Ir. H. Juanda Pasuruan Kelurahan Bugul Kidul Kecamatan Bugul Kidul Kota Pasuruan pada hari Rabu malam tanggal 2 Mei 2018  Walikota Pasuruan bersama Keluarga Besar Civitas Akademika Universitas Merdeka Pasuruan mengadakan dialog publik capaian kinerja 2 tahun kepemimpinan Pemerintahan Kota Pasuruan. Dialog tersebut di hadiri Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, Camat Se-Kota, Ketua Umum yayasan Perti Merdeka Pasuruan, Rektor/Wakil Rektor, Ibu Dekan/Wakil Dekan/Ibu Dosen di lingkungan Universitas Merdeka Pasuruan, Kepala Sekolah SMA/ SMP/SD sederajat Se-Kota Pasuruan, Pimpinan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Ketua Umum dan Pengurus ikatan alumni Universitas Merdeka Pasuruan,  BEM / Mahasiswa / Mahasiswi serta undangan lain.

“ Acara ini dihadiri kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa/mahasiswi dan beberapa organisasi masyarakat di Kota Pasuruan. Diadakannya acara Dialog Publik adalah agar capaian kinerja 2 tahun kepemimpinan pemerintahan Kota Pasuruan sekarang dapat terkomunikasikan dengan baik dan benar .” ujar Wakil Rektor  III Universitas Merdeka Pasuruan bapak Drs. Yus Dwi harto, MM.

Dalam dialog tersebut Walikota Pasuruan Bapak Drs. H. Setiyono, M.Si menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga besar Universitas Merdeka Pasuruan atas kerjasamanya  dalam membantu program dan kegiatan Pemerintah Kota Pasuruan. Kebutuhan dasar masyarakat Kota Pasuruan yang harus menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Pasuruan yaitu pendidikan, kesehatan dan mengentas pengangguran. Sebelumnya sudah tertata dengan baik, ditengah perjalanan muncul PP Nomor 38 terkait perubahan kelembagaan yang mempengaruhi kinerja Pemerintah Kota Pasuruan.

Pada tahun 2016, terkait anggaran yang merencanakan pejabat lama, sedangkan yang melaksanakan pejabat baru dan itu tidak bisa diubah secara frontal. Disamping itu ada regulasi penataan kelembagaan di Provinsi, Kota dan Kabupaten.  Seperti Dinas Sosial berdiri sendiri, Pertanian, Perikanan berdiri sendiri, Kominfo, PU, Perkim berdiri sendiri. Sedangkan Bapemas di hilangkan. Mulai bulan Agustus menata regulasi selesainya bulan Oktober sedangkan pelantikan bulan Desember.  Dengan adanya perubahan kelembagaan tersebut otomatis struktur anggaran juga berubah dan dijalankan di tahun 2017.

Terkait pelayanan yang ada di RSUD dr. R. Soedarsono, manajemen RSUD dinilai kurang bagus karena tidak didukung oleh SDM yang handal dan profesional. Selama 1 minggu, Walikota Pasuruan bertugas di RSUD yang tujuannya untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi di RSUD tersebut. Atas masukan dokter terkait pelayanan yang ada di RSUD agar mengganti struktur seluruh manajemen. Dengan berjalannya waktu, tahap demi tahap pelayanan yang ada di RSUD  semakin hari ada peningkatan perbaikan. Ini dikarenakan ada sarana dan prasarana yang mendukung, manajemen pelayanan yang sudah ditata. Sehingga dalam melayani setiap masyarakat Kota dan Kabupaten Pasuruan semakin baik.

Terkait pendidikan di Kota Pasuruan, khususnya SLTP dan SLTA itu merupakan kewenangan tingkat I Provinsi Jawa Timur, tetapi Pemerintah Kota Pasuruan sudah punya program yaitu mengratiskan biaya pendidikan. Alhamdulillah dapat dukungan dan kita persiapkan subsidi. Demikian juga dengan kebijakan kesehatan, untuk layanan di Puskesmas agar dapat ditingkatkan untuk rawat inap selama 24 jam.

Baru-baru ini, Pemerintah Kota Pasuruan menetapkan Kota Pasuruan sebagai Kota Inklusi dengan tujuan agar pendidikan anak yang kurang sempurna dan berkebutuhan khusus mendapatkan  pendidikan   yang layak dan berkualitas. Guna mendukung hal tersebut, Pemerintah Kota Pasuruan pada tahun 2018 akan menaikkan gaji Guru Tidak Tetap (GTT) menjadi Rp. 700.000,-

Terkait Program Keluarga Harapan (PKH) yang ada di Kota Pasuruan, diharapkan data orang miskin di Kota Pasuruan  harus sesuai dengan data pusat di Kementrian Sosial RI sehingga kedepan data orang miskin benar-benar riil dan tidak salah sasaran. Khusus orang miskin yang tidak produktif seperti orang dengan usia lanjut, tidak bekerja dan sakit diharapkan diberi bantuan setiap bulannya karena untuk makan setiap harinya. Sedangkan orang miskin yang masih produktif harus di beri pelatihan.

Untuk mendukung peningkatan perekonomian disekitar Jalan Tol Pasuruan, Pemerintah Kota Pasuruan harus merubah RT/RW dan bisa menarik investor untuk menanamkan modal ke Kota Pasuruan sehingga Kota Pasuruan punya daya saing terhadap daerah lain. Disamping itu juga diharapkan untuk mengurangi pengangguran dan  mengentaskan kemiskinan.

Kota Pasuruan sejak lama dikenal dengan Kota santri, untuk itu sarana dan prasarana harus dibangun untuk bisa lebih mengangkat dan mendukung Kota santri. Kedepan akan dibangun gedung Islamic Center yang tujuannya untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bernuansa islami. Terkait cagar budaya yang ada di Kota Pasuruan, nantinya Pemerintah Kota Pasuruan akan menghimpun  jumlah bangunan cagar budaya yang ada dan akan dilaporkan ke tingkat pusat. Karena sekarang Kota Pasuruan menjadi Kota Pusaka karena ada bangunan-bangunan kuno peninggalan jaman dahulu seperti gedung P3GI, pelabuhan tanjung tembikar yang sejak dulu punya kejayaan dan terkenal di seluruh dunia. Kedepan diharapkan kejayaan pelabuhan tanjung tembikar bisa terulang lagi dan kapal besar bisa bersandar dan bongkar muat peti kemas, oleh karena itu Pelindo dan Syahbandar harus saling berkoordinasi untuk mewujudkannya.

Untuk wilayah bagian utara, tahun 2018 akan di bangun TPI dan BBI seluas 3 hektar tempat pendaratan ikan yang tujuannya untuk membantu nelayan Kota Pasuruan agar lebih sejahtera. Karena selama ini hasil tangkapan ikan nelayan langsung dibeli oleh juragan dengan nilai di bawah standart dan setiap tahun ada bantuan rumah untuk nelayan. Sedangkan untuk petani garam, Pemerintah Kota Pasuruan membantu sarana dan prasarana karena selama ini nilai garam petani Kota Pasuruan nilainya lebih tinggi di banding daerah lain. Kita harus merubah kultur di bagian utara dan harus ada redesign sarana dan prasarana untuk pembangunan Kecamatan Panggungrejo dan diharapkan juga ada Kantor Polsek Panggungrejo. Untuk itu Kapolresta saling koordinasi dengan Komandan Kodim.

Terkait seni yang ada di Kota Pasuruan, Pemerintah Kota Pasuruan akan membangun gedung kesenian yang tujuannya untuk memfasilitasi dan mendukung para seniman di dalam menyalurkan bakat dan minatnya. Karena selama ini ada 35 grup seni terdiri dari seni musik dan seni tari.

Untuk mempercepat pembangunan di Kota Pasuruan dibutuhkan dukungan dan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat.

Seusai pemaparan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Walikota Pasuruan dengan mahasiswa/mahasiswi.

PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH PEJABAT ESELON III, IV

Sebanyak 195 Aparatur  Sipil Negara (ASN) Eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan pada hari Selasa tanggal 8 Mei 2018 resmi dilantik oleh Walikota Pasuruan. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan. Tampak hadir Wakil Walikota Pasuruan, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan serta undangan lain.

“  Atas nama Pemerintah Kota Pasuruan dan pribadi menyampaikan selamat atas dilantiknya pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, kiranya amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh negara, benar-benar dijalankan dengan penuh perhatian, komitmen dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Hal ini penting untuk dipahami dan dijiwai, karena konsekuensi dari pelaksanaan jabatan bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada bangsa, negara dan masyarakat semata, akan tetapi lebih dari itu dipertanggungjawabkan juga dihadapan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Diharapkan kepada pejabat yang baru dilantik untuk dapat bekerja dengan giat, jujur, kreatif dan bertanggung jawab “. Demikian sambutan dan arahan Walikota Pasuruan Bapak Drs. H. Setiyono, M.Si.

Seusai rangkaian acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan Tahun 2018, dilanjutkan dengan ucapan selamat dari Walikota Pasuruan didampingi Wakil Walikota Pasuruan, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan kepada pejabat yang telah dilantik.