WORKSHOP PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI KOTA DAN KABUPATEN SE – JAWA TIMUR

Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia melaksanakan kegiatan Workshop Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Penyerahan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) RB untuk Kota dan Kabupaten Se – Jawa Timur bertempat di Hotel Wyndham Jl. Basuki Rahmad No. 67-73 Kota Surabaya pada tanggal 29 Maret 2019.

Maksud dan tujuan diadakannya kegiatan Workshop Reformasi Birokrasi dan Penyerahan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) RB ini adalah suatu upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaran Pemerintahan terutama menyangkut aspek -aspek kelembagaan (Organisasi) , ketatalaksanaan dan sumber daya manusia aparatur.

Tampak hadir Sekretaris Deputi Reformasi Birokrasi KemenpanRB, Asisten Pemerintahan dan Kesra Propinsi Jawa Timur yang mewakili Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Timur dan para Sekretaris Kota Kabupaten Se – Jawa Timur.

Sekretaris Daerah Kota Pasuruan hadir dalam acara workshop tersebut dan menerima Hasil Laporan Evaluasi (LHE) RB dari Sekretaris Deputi Reformasi Birokrasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia didampingi oleh Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Pasuruan dan Sekretaris Inspektorat Kota Pasuruan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Deputi Birokrasi Reformasi Bapak Didit Noordiatmoko, Ak, MM pemerintah daerah harus bersih dari korupsi dan bersih dari pungli dan melakukan evaluasi – evaluasi. Penerapan Sakib di kota kabupaten propinsi Jawa Timur tahun 2017 ada yang masih mendapat bernilai cc sedangkan tahun 2018 sudah tidak ada tetapi masih ada kota kabupaten yang C. Pada tahun 2019 masih ada yang bernilai CC karena ada yang belum melaporkan atau telat melaporkan laporan hasil evaluasi sakib ke kemenpan RB. Paling tinggi nilai Sakib di propinsi Jawa Timur adalah pada kategori BB. Zona integritas tahun lalu ada 20 pemda unit kerja di propinsi Jawa Timur yang masuk kategori bebas korupsi tetapi hanya ada 6 kabupaten yang sudah bebas dari korupsi diantaranya Trenggalek, Magetan, Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan Ngawi. Perbaikan kualitas pelayanan harus sampai ke pegawainya. Maka rencana tahun ini KemenpanRB akan melakukan evaluasi lebih awal ke kota kabupaten di propinsi Jawa Timur. Pra evaluasi akan dilakukan pada awal bulan mei supaya mendapat waktu yg cukup untuk melakukan evaluasi. Langkah berikutnya yaitu pada bulan september akan diadakan evaluasi, paparnya.

Penyerahan Laporan Hasil Evaluasi tahun ini sebanyak 30 LHE dari 38 Kota Kabupaten di Propinsi Jawa Timur. 8 Kota Kabupaten tersebut tidak diberikan LHE dikarenakan belum melaporkan laporan Sakib atau sudah melaporkan evaluasi tetapi sudah terlambat.

SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK (SPBE) PEMERINTAH KOTA PASURUAN MENDAPAT NILAI 2,38

Wakil Presiden Republik Iindonesia Bapak Jusuf Kalla menegaskan pentingnya akselerasi penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terintegrasi di seluruh instansi pemerintah. Penerapan SPBE merupakan keharusan, bukan pilihan. Karena itu jangan ditunda-tunda lagi  saat memberikan arahan dalam acara Penyerahan Hasil Evaluasi SPBE Tahun 2018 di Jakarta pada hari  Kamis tanggal 28 Maret 2019.

Hasil  evaluasi  SPBE yang dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tahun 2018 terhadap 616 kementerian, lembaga, Polri, dan pemerintah daerah. Sebanyak  82 instansi pemerintah (13,31%) berpredikat baik, sangat baik dan memuaskan. Sedangkan, 534 instansi  pemerintah (86,69%) berpredikat cukup dan kurang. Potret SPBE Nasional itu belum sesuai target yang diharapkan mencapai  kategori predikat baik, dengan indeks 2,6 atau lebih pada tahun 2020.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Republik Indonesia  Bapak Syafruddin mengatakan, hasil evaluasi yang merupakan potret SPBE Nasional tersebut bukan tentang siapa yang baik/jelek, yang  menang/kalah,  yang  berprestasi/tidak. Tetapi hal  itu  sesungguhnya  merupakan landasan pacu atau pijakan awal untuk melangkah bersama, membangun SPBE secara nasional. Tugas ini bukan hanya bertumpu pada Tim Percepatan SPBE Nasional, namun oleh kita semua.

Untuk itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Republik Indonesia mengajak semua pimpinan instansi pemerintah, dari pusat hingga daerah harus mendukung akselerasi SPBE pada tiga domain utama, yaitu kebijakan, tata kelola, dan layanan. Dengan demikian, dalam beberapa tahun ke  depan, sebagaimana target  perencanaan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, SPBE akan benar-benar dikembangkan secara terpadu, mengubah tampilan tata kelola  pemerintahan yang lebih efektif dan efisien, mewujudkan birokrasi dan pelayanan publik yang berkinerja tinggi,  modern, akuntabel dari pusat hingga ke daerah.  Hasil evaluasi SPBE Nasional ini menjadi momentum sebagai  wahana sosialisasi sekaligus penyamaan  frekuensi  pandangan  seluruh pimpinan kementerian/lembaga/daerah/Polri. Kegiatan ini  akan menjadi momentum penting transformasi pemerintahan yang berbasis elektronik.

Sejumlah pimpinan instansi peraih penghargaan SPBE menyambut baik kebijakan nasional ini. Terlebih mereka sudah merasakan dampak positif penerapan SPBE di instansi yang dipimpinnya. Dalam kesempatan ini Wakil Walikota Pasuruan Bapak Raharto Teno Prasetyo, ST menghadiri evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Untuk diketahui, nilai SPBE Kota Pasuruan masuk kategori cukup, yaitu dengan nilai 2,38. Belanja Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tiap-tiap Organisasi Perangkat Daerah khususnya pembangunan aplikasi dan hardware belum terhubung satu dengan lainnya sehingga menimbulkan inefisiensi anggaran. Oleh karena itu, Wakil Walikota Pasuruan merekomendasikan untuk segera menyusun Peraturan Walikota dan Surat Edaran agar setiap OPD yg akan melakukan belanja TIK berupa aplikasi, server hingga CCTV untuk meminta rekomendasi dari Dinas Komunikasi Informatika Dan Statistik Kota Pasuruan  sehingga memiliki nilai manfaat yang tinggi dan berkelanjutan menuju satu data Indonesia.

 

PELATIHAN INTERNET SEHAT DINAS KOMINFO KOTA PASURUAN

Berkembang pesatnya perkembangan teknologi dan luasnya penggunaan teknologi  di masyarakat di era sekarang dan maraknya berita/informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Maka Dinas Komunikasi, Informatika Dan Statistik Kota Pasuruan pada hari Rabu tanggal 27 Maret 2019 bertempat di Pendopo Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan menyelenggarakan pelatihan internet sehat bagi 50 orang ibu-ibu PKK di wilayah Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan. Pelatihan tersebut secara resmi di buka oleh Plt. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pasuruan dihadiri Camat Purworejo, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Pasuruan, Ibu-Ibu PKK Kota Pasuruan beserta jajarannya, narasumber serta undangan lain.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Dan Komunikasi Publik Bapak Gatot Budiono,SE mengatakan maksud dari kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang internet sehat, meliputi penggunaan, identifikasi dan pencegahan dari internet dan media sosial. Sedangkan tujuan yang diharapkan adalah masyarakat mengetahui seluk beluk internet dan penggunaanya secara benar dan masyarakat mampu menangkal berita hoax dan penyebarannya.

“ Kegiatan ini sangatlah penting untuk Ibu-Ibu, selain bisa melek informasi teknologi (IT) juga dapat mengontrol HP putra-putri kita. Memanfaatkan internet secara benar  atau sering disebut berinternet sehat sangatlah penting. Penyalahgunaan internet dapat merusak sendi kehidupan sosial budaya. Sebaliknya, penggunaan internet sehat secara tepat akan membawa kejayaan bangsa Indonesia melalui generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas. “ Ujar Plt. Ketua  Tim Penggerak  PKK Kota Pasuruan Ibu Drg. Adisti Dwipayanti Raharto, SP, Orth.

Seusai sambutan diteruskan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari

Dinas Komunikasi, Informatika Dan Statistik Kota Pasuruan.

 

 

 

MUSYAWARAH II PWRI KOTA PASURUAN

Musyawarah II Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI)  Kota Pasuruan yang diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 27 Maret 2019 di ruang pertemuan kantor pelayanan penyuluhan dan konsultasi perpajakan  (KP2KP) Jalan Sultan Agung Nomor 28 Pasuruan  secara resmi di buka oleh Sekretaris Daerah Kota Pasuruan di hadiri Pengurus PWRI Provinsi Jawa Timur beserta jajarannya, Kepala OPD terkait, Plt Ketua PWRI Kota Pasuruan beserta jajarannya, Pengurus PWRI Kecamatan serta undangan lain.

Musyawarah II diselenggarakan berdasarkan anggaran dasar  dan anggaran rumah tangga PWRI tahun 2016,  hasil musyawarah cabang I PWRI Kota Pasuruan tahun 2013 dan hasil rapat pengurus harian tentang persiapan pelaksanaan musyawarah II PWRI Kota Pasuruan tahun 2018.

Menurut Ketua Panitia Musyawarah II PWRI Kota Pasuruan Bapak Drs. Supriyono AD mengatakan maksud dilaksanakannya musyawarah II PWRI ini adalah untuk memenuhi kewajiban dan tuntutan organisasi, apabila sudah habis masa bhaktinya, harus dan wajib menyelenggarakan musyawarah sebagai kekuasaan tertinggi dalam organisasi. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengesahkan laporan pertanggungjawaban pengurus PWRI Kota Pasuruan selama masa bhakti 2019-2023, menetapkan pemilihan ketua beserta anggota pengurus PWRI Kota Pasuruan  masa bhakti 2019-2023 dan mengesahkan rencana program kerja masa bhakti 2019-2023. Jumlah peserta 43 orang terdiri dari 18 orang pengurus PWRI Kota Pasuruan, 20 orang utusan dari pengurus Kecamatan Se-Kota Pasuruan serta 5 orang utusan dari pengurus unit Kemenag Kota Pasuruan.

“ Atas nama Pemerintah Kota Pasuruan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setingg-tingginya atas terselenggaranya musyawarah II PWRI Kota Pasuruan. Pemerintah Kota Pasuruan berharap adanya kerjasama yang sinergis dengan PWRI Kota Pasuruan untuk membangun Kota Pasuruan yang lebih maju dan masyarakat bisa lebih sejahtera. Mudah-mudahan PWRI terus mengabdi , tetap sehat panjang umur dan barokah. Selamat bermusyawarah, semoga sukses “. Ujar Sekretaris Daerah Kota Pasuruan Bapak Drs. H. Bahrul Ulum, MM.

PASOEROEAN DJAMAN BIJEN 2019

Event Pasoeroean Djaman Bijen (PJB) kembali digelar tahun ini oleh Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kota Pasuruan, pada hari Jum’at sampai dengan hari Minggu tanggal 22 Maret sampai dengan tanggal 24 Maret 2019. Kegiatan Pasoeroean Djaman Bijen ini merupakan event tahunan yang juga merupakan ajang kreatifitas seni dan budaya para seniman dan budayawan Kota Pasuruan.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Pasuruan yang ke-333 Tahun 2019 dan mengambil sebuah tema bijak yaitu seni dan budaya perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Adapun lokasi di halaman dalam GOR Untung Suropati Jalan Sultan Agung Pasuruan  dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Pasuruan pada hari Jum’at siang tanggal 22 Maret 2019 dengan upacara pembukaan dihadiri Sekretaris Daerah beserta Ibu, Ketua/Wakil Ketua/Anggota DPRD beserta Ibu, Jajaran Forkopimda beserta Ibu, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan beserta Ibu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pasuruan, Camat/Lurah Se-Kota Pasuruan beserta Ibu serta seluruh elemen dan komunitas yang ada di Kota .

Usai seremoni pembukaan acara, berupa pengguntingan pita oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pasuruan Ibu Drg. Adisti Dwipayanti Raharto, Sp.Ort, rombongan pun berkeliling dari stan ke stan. Ada sekitar kurang lebih 90 stan yang diikuti oleh seluruh OPD, komunitas dan berbagai kelompok budaya yang ada di Kota Pasuruan. Seluruh peserta pun berlomba-lomba untuk mempercantik stan mereka dengan berbagai macam aksesori dan properti serta memakai pakaian yang bernuansakan jaman dahulu. Jumlah stan yang ada pun semakin banyak dan bervariatif. Kreasi stan-stan yang tersedia juga lebih semarak. Hal itu dikarenakan di tahun ini stan bagi para peserta, dibebaskan berkreasi dengan model stan yang di inginkan, asal bertemakan jaman dulu.

Menurut Wakil Walikota Pasuruan Bapak Raharto Teno Prasetyo ST, dengan penyelenggaraan Pasoeroean Djaman Bijen diharapkan dapat memberikan ruang gerak bagi para seniman dan budayawan guna berpartisipasi aktif dalam program pembangunan khususnya di bidang kepariwisataan. Serta bisa dipertahankan dan ditingkatkan di masa-masa mendatang sehingga bisa menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.Lebih lanjut dikatakan, kepada seluruh warga Kota Pasuruan untuk memeriahkan dan memanfaatkan event  Pasoeroean Djaman Bijen ini sebagai momentum untuk melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus penggerak roda ekonomi usaha kecil menengah (UKM).

Dalam kesempatan ini Wakil Walikota Pasuruan menyampaikan ucapan terima dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para seniman dan budayawan, komunitas dan segenap masyarakat yang telah berperan aktif dalam mensukseskan kegiatan ini. Juga disampaikan terima kasih secara khusus kepada para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang selama ini senantiasa menjadi motivator dalam  pelaksana program pembangunan di Kota Pasuruan.