Indonesia terletak hampir seluruh wilayahnya dilewati sepanjang garis khatulistiwa, yang membuatnya memiliki cuaca tropis, dan hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan, dan seperti yang kita ketahui bersama, beberapa wilayah di Indonesia dihadapkan dengan terjadinya bencana, saat musim kemarau sering terjadi kebakaran, kekeringan, gunung meletus dan saat musim penghujan sering terjadi banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung, serta gempa bumi yang cukup signifikan, baik di tinjau dari intensitas maupun frekuensinya.

Demikian pula kejadian bencana yang terjadi di Kota Pasuruan semakin hari semakin bertambah kerentanannya, di tahun 2017 terjadi bencana banjir 24 kali, kebakaran 44 kali, dan angin kencang 7 kali, dan diawal tahun 2018 sampai dengan bulan Desember 2018 ini jumlah kejadian bencana banjir 6 kali, kebakaran 47 kali dengan rincian 33 kali terjadi di Kota Pasuruan dan 14 kali terjadi di Kabupaten Pasuruan dan angin kencang 2 kali.

  Oleh karena itu, pada hari Kamis tanggal 27 Desember 2018 dilaksanakan gelar pasukan dan apel siaga penanggulangan bencana di Kota Pasuruan di halaman Gedung Serba Guna Raden Abdul Rachman. Bertindak sebagai Pimpinan Apel Bapak Wakil Walikota Pasuruan dan di hadiri Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Wakil  Ketua DPRD Kota Pasuruan, Kapolres Kota Pasuruan, Komandan Yon Zipur 10 Pasuruan, Komandan Kodim 0819 Pasuruan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pasuruan, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Tagana (Taruna Siaga Bencana) serta Ketua Organisasi relawan Kota Pasuruan.

Amanat Pimpinan Apel Wakil Walikota Pasuruan Bapak Raharto Teno Prasetyo, ST mengatakan dengan semakin meningkatnya intensitas bencana dan keragamannnya sebagaimana dimaksud, maka upaya penanggulangan bencana di Kota Pasuruan perlu ditangani secara komprehensif, multi sektor, terpadu dan terkoordinasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan masyarakat. Oleh karena itu tanggap darurat bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Daerah tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama selaku warga Kota Pasuruan.

  Lebih lanjut dikatakan, dalam rangka persiapan menghadapi musim penghujan tahun 2018-2019 perlu adanya sinergitas dan perhatian dari instansi terkait serta keikutsertaan masyarakat. Serta di harapkan kepada instansi terkait dan kelompok organisasi relawan nantinya dapat menjadi pelopor masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam penanggulangan bencana di wilayah Kota Pasuruan. Tetap tangguh dan bersemangat. (pb)