inspiring city PASURUAN, jumpa pers antara Sekretaris Daerah Kota Pasuruan dengan para wartawan online, cetak dan televisi dilaksanakan pada hari Selasa siang tanggal 5 November 2019 di Ruang Rapat Untung Suropati Sekretariat Daerah Kota Pasuruan. Jumpa pers tersebut dilaksanakan dalam rangka memberikan keterangan terkait musibah robohnya atap 4 ruang kelas yang ada di UPT SDN Gentong Kelurahan Gentong Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan. Dalam jumpa pers tersebut Sekretaris Daerah Kota Pasuruan Bapak Drs. H. Bahrul Ulum MM di dampingi Asisten I, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Pasuruan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, Direktur Rumah Sakit Umum Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pasuruan, Kepala Bagian Protokol Dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Pasuruan dan Sekretaris Inpektorat Kota Pasuruan.

Sekretaris Daerah Kota Pasuruan Bapak Drs. H. Bahrul Ulum, MM menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pasuruan ikut prihatin dan berbela sungkawa yang mendalam atas musibah ini yang mengakibatkan 1 siswi dan 1 orang guru meninggal dunia dan belasan siswa-siswi mengalami luka-luka. Semoga amal dan ibadahnya di terima dan dirahmati oleh Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabaran dan ketabahan.

lebih lanjut dikatakan, korban luka-luka yang ditangani di Rumah Sakit Umum Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan sebanyak 15 (lima belas) siswa-siswi, yaitu meninggal dunia 1(satu) siswi, 8 (delapan) siswa-siswi dalam kondisi baik dan diperbolehkan pulang oleh dokter, 6 (enam) siswa-siswi harus rawat inap termasuk  2 (dua) siswa harus menjalani operasi karena mengalami patah tulang kaki dan diharuskan ada tindakan observasi.  Sedangkan di Rumah Sakit Medika menangani 1 orang petugas perpustakaan UPT SDN Gentong dan dinyatakan meninggal dunia. Petugas perpustakaan tersebut merupakan guru pegawai harian lepas (PHL) kebetulan mengganti mengajar, karena guru kelas tidak masuk dikarenakan sakit. Semua biaya pengobatan dan perawatan korban sampai sembuh total ditanggung oleh Pemerintah Kota Pasuruan dan yang meninggal dunia sudah di beri santunan.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pasuruan mendukung langkah-langkah yang telah dilakukan oleh aparat wewenang dan diharapkan kepada semua pihak dengan terjadinya musibah ini jangan diwarnai dengan sikap politis. Yang penting penanganan musibah tersebut dilakukan dengan  baik. Untuk 4 kelas yang roboh tersebut, maka anak-anak didik belajarnya digeser ke sekolah yang terdekat.  Kalau tidak ada sekolah yang terdekat, maka proses belajar mengajar dilaksanakan di ruang yang aman yakni di UPT SDN Gentong sehingga perlu dicek kelasnya. Atau alternatif lain yaitu proses belajar mengajar dengan sistem shift yaitu ada yang masuk pagi dan siang.  Jika semua itu tidak cukup, maka alternatif lain yakni mendirikan tenda karena darurat dan proporsional.

Untuk bangunan 4 kelas yang roboh, maka Pemerintah Kota Pasuruan akan segera membangun kelas baru dan diharapkan di tahun 2020 akan direalisasikan dan masuk kegiatan prioritas, karena pembahasan APBD 2020 belum final. Dengan adanya musibah ini merupakan pelajaran untuk mengantisipasi agar kejadian tidak terulang lagi sehingga diharapkan kedepan semua sekolah yang ada di Kota Pasuruan harus dicek secara rutin oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Pasuruan. Dan kedepan harus ada jaminan dan semua guru pegawai harian lepas (PHL) Kota Pasuruan diikutkan asuransi BPJS.

Seusai memberikan keterangan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Sekretaris Daerah Kota Pasuruan dengan para wartawan.