Inspiring City Pasuruan, Plt. Walikota Pasuruan Bapak Raharto Teno Prasetyo, ST didampingi Komandan Kodim 0819 Pasuruan, Letkol Arh. Burhan Fajari Arfian, Kapolres Kota Pasuruan AKBP Arman., S.I.K, M.Si, Pj. Sekretaris Daerah Kota Pasuruan Bapak Rudiyanto, AP., MM, Plt. Asisten I Kota Pasuruan Bapak Kokoh Arie Hidayat, SE. S.Sos, MM, serta OPD Terkait mengikuti arahan Bapak Presiden Jokowi melalui Video Conference.Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis 25 Juni 2020 pagi di Gedung MCC Kota Pasuruan.

 

Perlu diketahui bahwa kasus Covid-19 di Jawa Timur per 24 Juni 2020 sebanyak 10.298 orang. Jatim berada dibawah DKI  Jakarta sebanyak 10.404 orang.Pada kesempatan ini Bapak Presiden Jokowi menyampaikan kepada masyarakat Jawa Timur dan juga seluruh masyarakat di Tanah Air untuk memiliki perasaan yang sama bahwa saat
ini Indonesia tengah menghadapi krisis kesehatan sekaligus ekonomi. Bahwa kondisi tersebut tidak hanya dialami oleh Indonesia saja, tetapi 215 Negara lainnya. IMF memprediksi bahwa ekonomi Amerika akan minus 8 persen, Jepang akan minus 5,8 persen, Inggris akan minus 10,2 persen, Prancis akan minus 12,5 persen, Italia akan minus 12,8 persen Spanyol akan minus 12,8 persen dan Jerman akan minus 7,5 persen.  Artinya yakni demand akan terganggu, kalau terganggu maka supply akan terganggu dan produksi akan terganggu.Ini yang harus diketahui bersama bahwa kita dalam proses mengendalikan Covid-19, tapi juga ada masalah lain yaitu urusan ekonomi. jelas beliau.

Bapak Presiden juga menegaskan untuk terus menggenjot  tes secara masif, pelacakan agresif, dan isolasi pasien secara ketat. Bapak Presiden juga memberikan arahan terkait dengan persiapan Jawa Timur untuk menuju new normal bila telah berhasil mengendalikan penyebaran virus. Sehingga diharapkan kepada Jawa Timur untuk membuat prakondisi dan menentukan waktu yang tepat. Selain itu, tidak kalah penting adalah menentukan prioritas sektor. Sektor yang memiliki risiko rendah tentu
saja didahulukan. Sektor yang sedang tentu saja dinomor duakan. Dan sektor risiko tinggi dinomortigakan, empatkan atau nomor limakan. Selanjutnya Bapak Presiden  mengajak kepada tokoh agama, tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan mengenai protokol kesehatan. Pentingnya memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Selain itu, setiap kepala daerah agar membuat kebijakan yang merujuk pada data dan saran dari pakar. Dalam kondisi krisis kesehatan dan ekonomi seperti saat ini, kebijakan tanpa pakar-pakar perguruan tinggi sangat berbahaya. Selain urusan kesehatan Kepala Daerah juga diharapkan untuk memantau bantuan sosial sehingga masyarakat yang memerlukan bantuan betul-betul mendapatkan.Presiden Republik Indonesia juga meminta agar Kepala Daerah menyiapkan rencana utama dan rencana cadangan. Hal ini bertujuan agar setiap daerah siaga menghadapi situasi yang tidak terduga. Selain itu, Presiden juga memantau terus dan juga melihat data-data yang ada di Provinsi Jawa Timur dan diharapkan dalam 2 Minggu ini betul-betul ada penurunan yang signifikan baik reproduction number (RO) maupun effective reproduction number (RT).