Aktual

Summer Green Camp, Gus Ipul Sampaikan Bangun Kesadaran Untuk Menjaga Lingkungan

Pasuruan Kota Madinah. Summer Green Camp merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengisi waktu libur dengan kegiatan edukatif tetap menyenangkan dengan peserta anak-anak maupun remaja yang ditampung sebuah tempat mirip asrama bentuknya bisa barak, kabin, dan tenda.

Secara umum summer green camp mempunyai kegiatan yang variatif memadukan petualangan, olah raga, budaya, kuliner dan lain sebagainya.
Ada berbagai kegiatan yang bisa diikuti oleh peserta biasanya yang dilakukan secara berkelompok agar peserta bisa berkomunikasi dengan peserta lainnya dan kegiatannya banyak dilakukan diluar ruangan agar dapat lebih dekat dengan alam.

Ada banyak manfaat yang dihasilkan dari acara ini Anak-anak akan memperoleh keterampilan, kepemimpinan dan kemandirian dalam diri dan menjadi lebih bertanggung jawab.

Festival Peduli Lingkungan Summer Green Camp merupakan kegiatan Pemerintah Kota Pasuruan dengan leading sector Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) pertama kali dilaksanakan setelah pandemi covid-19.

Dalam sambutan Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan kegiatan Summer Green Camp merupakan kegiatan yang dilakukan Bapelitbangda untuk mempertemukan lintas generasi dalam membangun kesadaran untuk menjaga bumi bisa diwujudkan. Jum’at (10/06/2022) berlokasi Area Taman TPA Blandongan.

“Betapa pentingnya kita menjaga lingkungan, buminya satu manusianya terus bertambah maka ada upaya yang nyata dalam rangka menyeimbangkan hubungan antara manusia dengan alam dengan kegiatan ini diharapkan nanti memiliki kesadaran,” ujarnya

Gus Ipul juga menyampaikan cerita gurunya bahwa Kota Pasuruan ini punya laut, punya daratan dan sebelahnya di Kabupaten ada pegunungan, laut itu untuk harian karena bisa cari ikan setiap harinya, daratan yang datar ini untuk bulanan padi, jagung dan sebagainya kemudian pegunungan ini tahunan Sengon, Jati dan sebagainya.

“Ini Sunatullah kita menyadari lingkungan harus dirawat agar tidak terjadi musibah, Summer Green Camp merupakan pembangunan berkelanjutan artinya pembangunan sekarang ini harus mempertimbangkan anak cucu kita dimasa yang akan datang dan diwariskan,” imbuhnya
Gus Ipul juga mengingatkan peserta untuk evaluasi, semakin kita makmur pelan-pelan kita merusak bumi contoh kita tidak bisa nyaman hidup tanpa AC (Air Conditioner), makanan cepat saji yang botol plastik sampah kalau ditanam tidak akan hancur meskipun jutaan tahun dan sebagainya.

“TPA di Kota Pasuruan sudah terpisah antara yang organik dan non organik artinya kesadaran masyarakat sudah tumbuh ,” katanya

Gus Ipul juga mengajak peserta untuk menjadi pelopor mencintai lingkungan yang dimulai dari bersih toiletnya, bersih dapurnya, bersih kamarnya, bersih ruang tamunya dan yang terakhir bersih lingkungannya.

“Stunting berawal dari sanitasinya tidak sehat, airnya tidak sehat, makanannya tidak sehat kemudian mempengaruhi ibu hamil sehingga akan menyebabkan kurang produktif,” pungkasnya
Gus Ipul berharap TPA di Kota Pasuruan nantinya akan menjadi TPA terbaik di Jawa Timur dengan memperkuat TPS (Tempat Pembuangan Sementara).
Diakhir sambutan Gus Ipul juga mengajak peserta untuk menyukseskan MTQ Provinsi Jawa Timur ke 30 yang akan dilaksanakan di Kota Pasuruan pada tahun 2023 kemudian memperkenalkan jingle Pasuruan Resik dan sebelum acara dimulai diberikan santunan untuk anak yatim sekitar TPA. (rmd)