Pasuruan Kota Madinah. Salah satu wujud implementasi prioritas pembangunan di Kota Pasuruan yaitu menjadikan seluruh pasar utamanaya pasar tradisional menjadi bersih, asri, dan teratur. Mengingat pasar-pasar di Kota Pasuruan memiliki permasalahan yang hampir sama antara satu dengan yang lainnya, yakni becek, bocor, sampah tidak teratur, dan parkir yang semrawut, maka Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penataan Pasar Tradisional di Kota Pasuruan.

Dengan melibatkan petugas pasar dan para pedagang pasar, satgas yang dibentuk oleh Gus Ipul ini terdiri dari empat tim, yakni Satgas Saber Sawang, Satgas Bocor, Satgas Saber Becek, dan Satgas Sampah. “Masalah pasar sudah kita identifikasi, akan kita coba dalami, kita rumuskan solusi. Termasuk dengan membentuk satgas pasar. Dengan satgas ini, keluhan pedagang Insya Allah segera teratasi. Pasar akan semakin bersih dan nyaman.” Ujar Gus Ipul.

Saat ini tiap satgas yang telah diberi tugas mulai bekerja di seluruh pasar tradisional Kota Pasuruan dan harapannya Ramadhan mendatang seluruh pasar sudalh bersih dan nyaman. Adapun tugas yang dilakukan Satgas Saber Sawang, yaitu membersihkan pasar dari sawang atau jaring-jaring laba-laba yang ada di langit-langit kios pasar serta lorong-lorong pasar. Satgas bocor fokus membenahi genting yang bocor di 6 (enam) pasar tradisional yang ada yakni Pasar Kebonagung, Pasar Besar, Pasar Gading, Pasar Karang ketug dan Pasar Randusari, Pasar Mebel Bukir serta Pasar Poncol.

Sedangkan Satgas Saber Becek fokus membenahi jalan dan lorong jalan pasar yang becek. Membersihkan got dan saluran air serta mengganti jalan di dalam pasar yang rusak. Dan Satgas sampah fokus membersihkan sampah serta mengecat pagar maupun kios pedagang. Pembersihan toilet juga menjadi prioritas sehingga tak ada lagi toilet kumuh. (wdy)