Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Sekretariat Daerah Kota Pasuruan pada hari Rabu tanggal 9 Oktober 2019 atau bertepatan dengan tanggal 10 Safar 1441 Hijriah menyelenggarakan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan. Kegiatan tersebut rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Dalam kesempatan ini hadir Plt. Walikota Pasuruan beserta Ibu, jajaran Forkopimda beserta Ibu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pasuruan, Kepala OPD beserta Ibu, Camat, Lurah Se-Kota Pasuruan,  Karyawan- karyawati OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, para Habaib, Alim Ulama, Sesepuh, Pinih Sepuh, Kyai, Bu Nyai, Tokoh Masyarakat, Organisasi Masyarakat Islam serta undangan lain.

Ceramah agama oleh KH. Agoes Ali Masyhuri dari Tulangan Sidoarjo menyampaikan urgensi mengimani dan menyakini apa yang disisi Allah lebih banyak dari apa yang ada di tangan kita. Pribadi santri muslim harus mencerminkan teguh dalam pendirian, bijak dalam melangkah, kuat dalam memegang prinsip dan luwes dalam bertindak. Kita harus memegang sejarah karena barang siapa yang tidak mengambil  sejarah akan digulung dengan sejarah tersebut. Hampir seperempat isi Al-Qur’an berisi sejarah. Kita wajib  bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan-Nya. Karena bersyukur bagaikan bunga mawar yang harum dan indah. Nikmat Allah SWT tidak bisa dihitung dengan suatu apapun bahkan dengan komputer sekaligus. Karena Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyanyang.

Lebih lanjut dikatakan, ada 3 nikmat yang disampaikan oleh ulama yakni nikmat hidup, nikmat kemerdekaan dan nikmat hidayah. Ketiga nikmat tersebut wajib kita syukuri. Nikmat hidup diberikan kepada Allah SWT kepada manusia, tumbuhan, binatang dan makhluk hidup yang lain yang bersifat gratis yaitu menghirup oksigen, mata/kaki/tangan bisa berfungsi, kalau kita rawat dan kita jaga akan bisa berkembang. Nikmat yang kedua yakni nikmat kemerdekaan yakni nikmat yang diberikan kepada manusia sehingga kita bisa berkumpul, menyampaikan pendapat dan sikap. Dan yang ketiga nikmat hidayah yang diberikan khusus kepada manusia-manusia atau orang-orang pilihan.

Ada 2 (dua) hal yang ditanamkan oleh Rasul kepada para sahabat dan pengikutnya yakni menanamkan kalimat tauhid sehingga bisa menghasilkan perilaku yang lurus dan istiqomah. Serta menanamkan bahwa manusia termulia di hadapan Allah SWT yakni  manusia yang mulia. Nasib baik dan masa depan seseorang bukan ditentukan dari gelar/jabatan/atributnya melainkan ditentukan oleh isi dan pikiran hatinya. Semoga yang hadir di berkahi oleh Allah SWT, panjang umur dan sukses selalu.

Seusai ceramah agama ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Kota Pasuruan KH. Muhammad Said Kholil.