Inspiring City Pasuruan. Bawah perencanaan di bidang kesehatan merupakan hal yang urgen dalam rangka pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia sebagai penunjang kesehatan masyarakat. Presiden Republik Indonesia menyampaikan dalam Rakerkesnas bahwa negara Indonesia  akan sulit bersaing dengan negara lain selama perencanaan kesehatan masih belum maksimal dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan essensial. Sebab bidang kesehatan adalah hal mendasar agar Indonesia dapat bersaing dengan negara lain.

          Maka, Dinas Kesehatan Kota Pasuruan menyelenggarakan  kegiatan Forum Pemangku Kepentingan Dalam Rangka Rapat Koordinasi Perencanaan Bidang Kesehatan Tahun 2021 selama 2 (dua) hari yakni pada hari Kamis sampai hari Jum’at tanggal 13 Februari sampai dengan 14 Februari 2020 di Ruang Pertemuan Hotel BJ Perdana Jalan Sultan Agung Nomor 21 Pasuruan. Kegiatan tersebut secara resmi di buka oleh Sekretaris Daerah Kota Pasuruan di hadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah Di Lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, Camat Dan Lurah Di Lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, Kepala Puskesmas, narasumber serta undangan lain.

          Menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Ibu dr. Sherly Marlena mengatakan adapun tujuan diadakannya kegiatan ini adalah tersusunnya perencanaan program dan kegiatan bidang kesehatan untuk tahun anggaran 2021. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengidentifikasi usulan rencana kegiatan dari stakeholder dari kelompok masyarakat terkait (tokoh masyarakat/tokoh agama, kader dan lembaga masyarakat) yang terlibat dengan bidang kesehatan serta sinkronisasi usulan rencana  kegiatan masyarakat terhadap program dan kegiatan bidang kesehatan baik yang melekat pada Dinas Kesehatan dan UPT Puskesmas, Kelurahan, Kecamatan maupun Perangkat Daerah Lain sehingga tersusun perencanaan program dan kegiatan bidang kesehatan untuk tahun anggaran 2021. Total jumlah peserta sebanyak 191 orang yakni stakeholder dari kelompok masyarakat terkait (tokoh masyarakat/tokoh agama, kader dan lembaga masyarakat) terdiri dari pembina kader posyandu Kelurahan, kader posyandu Lansia, kader Kelurahan siaga, lembaga pemberdayaan masyarakat (LSM), komisi penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Pasuruan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pasuruan, yayasan pemberantasan penyakit paru-paru (YPP), saka bhakti husada, pos kesehatan pesantren (Poskestren), forum Kota Sehat, Kepala Puskesmas, kepala seksi  (kesga, kesja-Or, Promkes, P2M, surveilans, PTM, farmalkes), Subag penyusunan program dan keuangan. Narasumber yakni Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Bappelitbangda Kota Pasuruan serta Kepala Bidang pada Dinas Kesehatan Kota Pasuruan.

          Sambutan dan arahanSekretaris Daerah Kota Pasuruan Bapak Drs. H. Bahrul Ulum, MM mengatakan mengatakan kegiatan ini harus menghasilkan langkah-langkah yang berkesinambungan untuk merumuskan masalah-masalah kesehatan yang berkembang di masyarakat, menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia, menetapkan tujuan program yang paling pokok dan menyusun langkah-langkah praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Rapat forum pemangku kepentingan ini juga diharapkan menghasilkan perencanaan program kesehatan yang mengikuti prinsip lingkaran pemecahan masalah. Lingkaran pemecahan masalah ini terdiri dari melakukan pengumpulan data, identifikasi masalah, menetapkan prioritas masalah, menyusun alternatif, jalan keluar, memilih prioritas jalan keluar, melakukan uji lapangan, menyusun rencana kerja selengkapnya, melakukan penilaian untuk melihat apakah tujuan tercapai atau tidak, serta melaksanakan program sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan  berharap rapat ini dapat memberikan perencanaan bidang kesehatan yang mumpuni di Kota Pasuruan pada tahun 2021. Perencanaan yang baik dapat menyelesaikan masalah kesehatan di Kota Pasuruan secara komprehensif dan sistematis serta yang paling penting adalah menghasilkan perencanaan program yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan juga pada stakeholder dari kelompok masyarakat terkait (tokoh masyarakat/ tokoh agama, kader dan lembaga masyarakat) agar mensinkronkan usulan rencana kegiatan masyarakat terhadap program kesehatan baik yang melekat pada Dinas Kesehatan dan UPT Puskesmas, Kelurahan, Kecamatan maupun Perangkat Daerah lain.

          Seusai sambutan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber.