Inspiring City Pasuruan. Setelah sempat mengalami penundaan jadwal, Pemerintah, DPR, dan penyelenggara pemilu menyepakati Pilkada Serentak 2020 digelar pada 9 Desember 2020 hal ini tertuang pada Perpu Nomor 2 Tahun 2020 tentang PILKADA serentak Tahun 2020. Berdasarkan PKPU Nomor 2 Tahun 2020 tahapan Pemilu serentak dimulai pada 15 Juni 2020. Oleh karena itu, pada hari Rabu pagi tanggal 24 Juni 2020 Kementerian Dalam Negeri melakukan rapat terbatas melalui Video Conference bersama Kepala Daerah yang menyelenggarakan PILKADA Serentak Tahun 2020. Video Conference dihadiri Plt Walikota Pasuruan Bapak Raharto Teno Prasetyo, ST di dampingi Plt. Asisten  Pemerintahan Kota Pasuruan Bapak Kokoh Arie Hidayat, SE. S.Sos, MM,Ketua KPU Kota Pasuruan Ibu Royce Diana Sari, SH, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Bapak Moh. Anas, S.Ag serta OPD Terkait di Gedung MCC Kota Pasuruan.

Menurut Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia  Bapak Prof.H.M. Titkarnavian, Ph.D menyampaikan dari 15 tahapan KPU sudah terlaksana 5 tahapan dan sisa 10 tahapan. Di masa pandemi Covid-19 ini petugas-petugas penyelengggara harus memakai APD. Pada tanggal 24 juni 2020 tahapan verifikasi faktual (verfak) calon perseorangan di mulai. Sehingga, petugas verfak membutuhkan perlengkapan APD.Untuk itu,sesuai Undang-Undang, daerah
berkewajiban untuk menyediakan anggaran PILKADA Tahun 2020 sehingga berada pada prespektif yang sama bahwa agenda politik pemerintahan yg merupakan kewajiban dari kita baik pusat maupun daerah harus kita sukseskan.

Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan data yang masuk pada Ditjen Bina Keuangan Daerah bahwa dari 270 daerah yang melaksanakan PILKADA serentak hanya ada 17 Daerah yang sudah me- transfer ke KPU atau bawaslu sudah 100 %.Pak Tito sangat mengapresiasi daerah-daerah yakni Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Karo, Kab. Rokan Hilir, Prov. Jambi, Kab. Demak, Kab. Sukoharjo,Kota Pasuruan, Kab. Berau, Kab. Paser, Kab. Bandung, Kab. Karang Asem, Kota Mataram, Kab. Belu, Kab. Malakan, Kab. Sabu Raijua, Kab. Timor Tengah Utara dan Kab. Teluk Wondama. Pak Tito menghimbau agar daerah-daerah yang belum men-transfer 100 % agar dapat segera untuk di cairkan. Mengingat, Tahapan Pemilu sudah dimulai kembali. Sehingga, Penyelenggara Pemilu dapat melaksanakan Tahapan yang sudah di tetapkan sesuai Protokol Kesehatan.