Pasuruan Kota Madinah. Sebagai upaya memenuhi target pemerataan pendidikan, Gus Ipul dan Mas Adi mengundang seluruh Kepala Sekolah tingkat SD hingga SMP untuk silaturrahmi menyamakan hati dan pikiran dalam mewujudkan pendidikan berkualitas bagi siswa-siswi Kota Pasuruan dengan rumus Pasuruan Kota Madinah (Maju Ekonominya, Indah Kotanya, dan Harmoni Warganya). Acara ini diselenggarakan di Ruang Rapat Untung Suropati 1 Kota Pasuruan dengan dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Plt. Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Pasuruan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam arahannya, selain menyampaikan konsep Pasuruan Kota Madinah, Gus Ipul juga menekankan perlunya mengejar ketertinggalan dari kota-kota lain, salah satu caranya yakni setiap sekolah perlu memiliki branding yang dijadikan ciri khas andalan sekolah dan menjadikan semua layanan serba digital. Oleh sebab itu setiap sekolah harus mencari apa yang istimewa dari sekolah termasuk didalamnya mengedukasi murid dengan teknologi, seperti laptop, internet, cctv, dan sebagainya. Lebih lanjut Gus Ipul ingin setiap sekolah nantinya memberikan psikotes bagi para murid sebagai upaya mempersiapkan manusia unggul dengan keterampilan yang cukup sehingga memiliki keseimbangan antara spiritual happiness, intelectual happiness, and physical happiness.

Pada kesempatan ini Gus Ipul memberi kesempatan pada kepala sekolah yang ingin menyampaikan berbagai persolan untuk dicari solusinya. Sebagai penutup, Gus Ipul memberikan beberapa poin kesimpulan yang perlu dilaksanakan oleh tiap sekolah, yaitu perlu adanya inovasi sekolah untuk branding yang dapat dijadikan simbol atau tema menarik sebagai pembeda satu dengan lainnya, mampersiapkan skenario uji coba sekolah tatap muka yang akan dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri, merapikan dan membersihkan lingkungan sekolah termasuk mengecat pagar berwarna putih, perlu mempersiapkan infrastruktur untuk sekolah daring oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan termasuk memperjuangkan GTT-PTT agar bisa mendapat SK Wali Kota. (wdy)